Head

Artikel Opini
Editorial
Hiburan
Hukum
Jokowi
Leader Opinion
Liputan Khusus
Politik
Presiden RI
Profile
Seni dan Budaya
Wawancara Khusus

Translate

Hancurkan Radikalisme Sampai ke Akarnya

Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat diwawancarai suaraumat.com di Gedung DPR/MPR RI (Foto: Gabriel  Hartanto)

Penulis: Mihardo Saputro

JAKARTA, suaraumat.com Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyebutkan bahwa radikalisme harus dihancurkan sampai ke akar-akarnya. Jika tidak maka itu akan mengancam kemerdekaan kita sebagai sebuah bangsa dan juga ideologi Pancasila.

“Radikalisme sekarang ini memiliki bentuk beraneka ragam, ada radikalisme yang membentuk camp-camp pelatihan, ada radikalisme berkedok ekonomi, pendidikan atau bahkan birokrasi. Nah, inilah PR kita semua sebagai warga bangsa untuk menanggulanginya,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI.

“Oleh sebab itu mari kita bangkitkan lagi toleransi dua arah, memelihara kekerabatan serta meneguhkan nilai-nilai keagamaan kita masing-masing, dimulai dari tingkat desa. Dan yang terpenting, anak muda jangan termakan hoax, karena berita hoax dapat menciptakan disintegrasi bangsa,” katanya.

“Seperti kasus Papua, saya merasa ini ada hubungannya dengan pasca pemilu 2019. Saya membaca ada pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil dari KPU yang menetapkan Jokowi sebagai presiden. Saya tidak percaya kasus Papua ini murni kasus yang berbau SARA. Ini adalah urusan politik tingkat tinggi dimana mereka ingin mengadu domba dan tujuan akhirnya ingin agar Papua lepas dari NKRI. Hal-hal seperti ini harus kita lawan,” lanjut dia.



Ditanya mengenai toleransi, senator muda ini turut prihatin. Pada saat bangsa ini mulai rekonsiliasi setelah pesta hajatan politik dan pemimpin bangsa sudah memberikan teladan yang baik, tetapi masalah toleransi kembali menjadi penghalang bagi kesatuan bangsa.

“Maka dari itu, saya sebagai senator muda mendukung langkah-langkah pemerintah, terutama ketegasan dari pada pihak pemerintah, baik secara politik maupun secara hukum untuk mengeksekusi dan juga membasmi, terutama hal-hal yang bersifat radikalisme,” kata dia.

Menyikapi intoleran yang ada di Indonesia, senator muda wakil dari Bali ini juga mendukung kebijakan-kebijakan pemerintahan Bapak Joko Widodo, terutama komitmen beliau untuk meningkatkan SDM atau revolusi mental. 

“Terkait apa yang bisa disinergikan, ya kita sinergikan. Saya tidak mengklaim bahwa semua anggota parlemen mendukung, tapi saya ‘all out’ mendukung beliau,” ujar dia.

“Selain itu, tentu sesuai dengan fungsi dan peran kami di parlemen, yaitu pengawasan serta menciptakan aturan perundang-undangan, tentu kita berharap bisa memunculkan produk perundang-undangan yang pro minoritas yang bersifat nasional dan tidak memunculkan kepentingan satu kelompok,” ujarnya menutup pembicaraan.


Dilihat 0 kali

No comments:

Post a Comment

Wikipedia

Search results

Start typing and press Enter to search