Head

Artikel Opini
Editorial
Hiburan
Hukum
Jokowi
Leader Opinion
Liputan Khusus
Politik
Presiden RI
Profile
Seni dan Budaya
Wawancara Khusus

Translate

Hidupkan Kembali Budaya Cara Terbaik Menjaga Bangsa

Mahendra Jaya saat diwawancarai suaraumat.com ketika menghadiri acara Peringatan 1 Suro 1441 Hijriah di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat
(Foto: Mihardo Saputro

Penulis: Mihardo Saputro

INDRAMAYU, suaraumat.com Menyikapi radikalisme yang ada di Indonesia, pria pemegang gelar insinyur teknik sipil ini mengatakan, “Kita tidak harus frontal attack untuk menghadapinya, karena kita pasti akan ribut sesama saudara. Jalan terbaik adalah flanking attack, sehingga disintegrasi bangsa bisa dijaga. Inilah strategi yang harus kita lakukan dan kita pikirkan secara matang, salah satunya dengan budaya. Budaya-budaya yang telah lama ditinggalkan kita hidupkan kembali agar tujuan mereka untuk menghancurkan Indonesia dengan melemahkan budaya-budaya yang ada kemudian menggantinya dengan budaya dari luar tidak tercapai,” kata Mahendra.

Cara lainnya adalah dengan berberdiskusi bersama, doa bersama serta duduk bersama antar agama. Selain mencegah radikalisme, di sini juga kita sudah mulai menjalankan apa itu toleransi antar agama itu sendiri. “Memang positif dan negatif itu selalu berjalan beriringan, begitu pula halnya dengan toleransi dan intoleransi. Namun, pada akhirnya waktu juga yang akan membuktikan, mana yang akan bertahan. Semakin ada gesekan dan semakin ada perbedaan, maka kita semakin mengerti arti pentinganya toleransi. Karena kita semua pasti menginginkan kedamaian,” tambah Mahendra.

Berkaitan dengan maraknya kasus intoleran belakangan ini, Mahendra Jaya berpendapat bahwa toleransi yang ada sekarang ini sudah luntur.  “Banyaknya kalangan masyarakat yang merasa bahwa mereka lebih baik dari yang lain membuat mereka merasa benar sedangkan yang  lain salah. Ini benar-benar tidak baik. Hal-hal seperti ini harus kita kikis dari sekarang,” ujarnya.




Dalam agama Hindu diajarkan, bahwa jika kita ingin menghargai pemberian Tuhan maka kita harus merawat apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita. Bangsa Indonesia beserta segala isinya, termasuk semua perbedaan di dalamnya adalah pemberian Tuhan yang sangat luar biasa, oleh karena itu kita harus menjaga dan merawatnya. “Dengan kita menjaga dan merawat itu semua, otomatis kita umat manusia bisa hidup damai,” pungkas Mahendra.

Jika kita melihat kebelakang, Mpu Tantular membuat karya yang luar biasa namanya Sutasoma dan itu dipakai di kaki Burung Garuda, yaitu Bhineka Tunggal Ika. Walaupun Mpu Tantular adalah penganut agma Buddha, tapi dia sangat terbuka dengan agama lainnya, terutama Hindu. “Jadi, sejak dulu, kita masyarakat Hindu sudah diajarkan hidup dengan berbagai warna kehidupan, berbagai macam suku, aliran kepercayaan dan lain sebagainya,” ujar Mahendra Jaya.

“Dalam Hindu sendiri,  setiap kali kita merayakan hari raya Nyepi, kita pasti membuat pawai budaya Ogoh-ogoh yang dilakukan di Jl. Malioboro dan kami mengajak semua teman-teman dari kalangan agama untuk ikut meramaikannya. Selain itu, kita juga sering mengadakan upacara-upacara keagamaan,  seperti upacara Gili Kerti yang tiap tahun kita lakukan di Kaliurang, upacara Wana Kerti yang tiap tahun kita lakukan di Gunung Kidul dan ada juga Melasti. Semua rangkaian upacara itu kita lakukan, selain berdoa untuk menetralisir hal-hal negatif, ini juga cara-cara kita menangkal radikalisme,” tutur Mahendra menjelaskan.

“Jangan pernah lelah apalagi menyerah untuk membangun Indonesia yang luar biasa ini. Indonesia adalah bangsa yang besar, dengan berbagai macam suku, ras, agama dan budaya, maka kita harus bisa mengaplikasikan toleransi dengan baik agar kedamaian itu bisa terwujud. Untuk itu, mari kita bersatu  dan saling berpegangan tangan menghadapi ancaman radikalisme di Indonesia,” ujar Mahendra menutup pembicaraan.

***

* Penulis adalah Redaktur Pelaksana di Tabloid Suara Umat


Berikut adalah video sebuah lagu untuk Indonesia karya anak bangsa:





Dilihat 0 kali

No comments:

Post a Comment

Blog Archive

Wikipedia

Search results

Start typing and press Enter to search