Head

Artikel Opini
Editorial
Hiburan
Hukum
Jokowi
Leader Opinion
Liputan Khusus
Politik
Presiden RI
Profile
Seni dan Budaya
Wawancara Khusus

Translate

Indonesia Tidak akan Bubar selama Pancasila Menjadi Dasar Negara

Hizkia. W berpose sejenak sebelum sesi wawancara dengan suaraumat.com dimulai (15/10/2019). Hizkia W adalah pemain industri Capital Market sekaligus gembala sebuah gereja yang berada di bawah satu sinode resmi di Indonesia.
(Foto: Mihardo Saputro)


Penulis: Mihardo Saputro

JAKARTA, suaraumat.com Pemain industri Capital Market Hizkia. W optimis bahwa Indonesia tidak akan bubar. Dia menyebut walau kisah tentang Indonesia bubar pada 2030 santer terdengar, namun hal itu tidak akan terjadi selama Pancasila tetap menjadi dasar negara.

“Kalau ada yang mau mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa, itu tidak mungkin. Indonesia adalah negara yang majemuk. Beragam suku, budaya, ras dan agama ada di sini. Jadi selama Pancasila menjadi dasar persatuan, Indonesia tidak akan pernah bubar,” tutur Hizkia.

Hizkia mengawali penjelasannya dengan bicara tentang makna persatuan menyambut perayaan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019. Menurut Hizkia, pemuda-pemudi Indonesia harus menghindari sifat egoisme dan membangun sikap kebersamaan guna mewujudkan persatuan bangsa.

"Pemikiran anak muda untuk masalah indonesia bersatu memang sedikit mengalami perubahan. Mungkin karena dinamika dari media sosial atau smart phone yang membuat sifat individualisme mereka lebih kelihatan. Perubahan itu sebenarnya bagus jika  kita manfaatkannya dengan positif. Dengan teknologi tersebut kita bisa membuat global communication sehingga global network tercipta. Intinya, anak muda harus bisa membangkitkan lagi team work di era milenial ini,” ujar Hizkia menjelaskan.

Diapun mengatakan bahwa anak muda sekarang cerdas-cerdas dan mereka banyak merintis usaha serta membangun jaringan dimana ini merupakan entri poin yang paling penting guna menuju masyarakat yang sejahtra.


“Dengan melakukan bisnis mereka akan memiliki save ekonomi yang kuat secara pribadi dan save ekonomi yang kuat ini akan membangun negara ini semakin baik karena mereka akan berkontribusi  dengan apa yang mereka terima. Oleh karena itu, mari kita menjadi pebisnis-pebisnis muda yang cerdas, kreatif dan pandai melihat potensi Indonesia menuju bangsa yang sejahtera,” lanjut Hizkia.

Menaggapi situasi politik belakangan ini dimana banyak anak-anak muda yang turun ke jalan guna menyuarakan aspirasinya, Hizkia mengatakan bahwa itu sah-sah saja selama itu tidak anarkis.

Saya dulu juga mahasiswa, aktivis, tapi saya menggelar hak suara saya melalui lembaga-lembaga yang sesuai dan jelas keberadaannya. Kalo kita mau menyuarakan suara kita, mari kita menggunakan kendaraan yang tepat. Demo di jalan itu tidak salah, tapi mari kita membangun sebuah pemahaman bahwa demo itu adalah menyampaikan aspirasi dan harus tertib serta tidak ada kekacauan,” ujar Hizkia.

Hizkia menilai ada oknum-oknum yang sengaja ingin merusak Indonesia dengan cara memanfaatkan anak-anak muda dengan  tujuan membuat situasi politik tidak stabil sehingga berimbas pada ekonomi  dimana investor enggan  untuk melakukan investasi.

“Kalo kita lihat, indeks saham gabungan sempat anjlok karena isu-isu yang dibangun ini. Padahal kalo kita tetap pada koridor kita, kita tetap konsisten dengan apa yang kita lakukan selama ini, saya yakin indonesia akan masuk ke jajaran lima besar negara-negara maju,” ujar Hizkia menambahkan.

Hizkia  juga menyinggung peran penting gereja dalam membangun persatuan di kalangan pemuda. "Gereja harus membuat workshop-workshop atau tema-tema yang sifatnya team workDi dalam Akitab juga sudah sangat jelas, Tuhan Yesus sendiri memiliki team work yang kuat dengan ke-dua belas rasulnya. Yesus juga mengajar bagaimana membangun komunitas. Jadi harus ada sarana dan pra sarana yang dikelola atau diprakarsai oleh gereja untuk menjangkau kembali anak-anak muda ini. Bukan hanya sekedar ibadah youth, itu tidak cukup menurut saya. Gereja harus ingat, tiang gereja adalah anak-anak muda, jadi porsi dalam pengembangan anak-anak muda harus lebih besar dalam sebuah gereja,” ujar Hizkia yang juga seorang gembala sebuah gereja yang berada di bawah satu sinode resmi di Indonesia.

Sebelum menutup pembicaraan, Hizkia juga mengajak semua generasi muda Indonesia untuk bersama menjaga persatuan dan membangun bangsa.

“Mari kita anak-anak muda mendeklarasikan komitmen kita bahwa kita akan menjadi anak muda yang kreatif, berprestasi dan menghasilkan karya-karya yang baik. Kita harus memberikan kontribusi agar negara ini  maju,” tandas Hizkia.

***

* Penulis adalah Redaktur Pelaksana di Tabloid Suara Umat

Dilihat 0 kali

No comments:

Post a Comment

Blog Archive

Wikipedia

Search results

Start typing and press Enter to search