Head

Artikel Opini
Editorial
Hiburan
Hukum
Jokowi
Leader Opinion
Liputan Khusus
Politik
Presiden RI
Profile
Seni dan Budaya
Wawancara Khusus

Translate

Grace Natalie: Keputusan Politik adalah Cara Tercepat Perbaiki Sistem Pendidikan di Indonesia

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie saat diwawancara Suaraumat.com dalam acara 'God's Platform Summit (GPS) 2019' di GBI Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (8/11/2019). (Foto: Gabriel Hartanto)

Penulis: Mihardo Saputro
JAKARTA, suaraumat.com Untuk mendapatkan generasi penerus bangsa yang  menjanjikan, pendidikan adalah hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah Indonesia. Sampai saat ini, negara yang dinobatkan memiliki pendidikan terbaik di dunia adalah Finlandia. Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.

Apa sebenarnya yang terjadi dengan pendidikan di Indonesia? Berikut wawancara Suaraumat.com dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie:

Bagaimana pandangan anda mengenai sistem pendidikan di Indonesia?

Kalau menurut saya, sistem pendidikan kita sekarang ini kualitas gurunya masih kurang. Kemudian PR berikutnya yaitu guru dan murid punya problem intoleransi. Ini  multidimensi dan gak bisa dilihat dari satu sudut aja. Jadi bukan cuma anggaran yang kurang atau sumber dayanya kurang baik, tapi juga intoleransi yang menurut saya sangat mengkhawatirkan karena intoleransi ini bagaikan virus yang menyebar dengan cepat menjangkiti para guru-guru dan muridnya. Untuk itu butuh keputusan politik yang dibacking oleh semua fraksi, apapun partainya.

Lantas apa solusinya?

Solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini dengan cepat adalah secara politik, karena dunia pendidikan itu bukan hanya urusan menteri, tapi juga urusan dari pemerintah daerah setempat. Bahwa Indonesia ini beragam, ini adalah takdir kita dan tidak bisa ditolak. Kalau kita mau maju, kita hanya bisa maju bersama-sama atau mundur bersama-sama.

Kalau pemerintah di level daerah yang punya otoritas langsung kepada sekolah terus membuat peraturan-peraturan yang diskriminatif, termasuk dalam ruang lingkup pendidikan, maka problem di dunia pendidikan kita tidak akan selesai. 

Jadi obatnya harus dari pembuat kebijakan atau regulasi dan pembuat regulasi adalah para politisi, orang yang duduk di dewan, orang yang menjadi bupati, wali kota, gubernur. Ini lagi-lagi multidimensi, tapi akar masalahnya adalah keputusan politik, regulasi yang toleran yang tidak diskriminatif, karena kalau peraturan daerah mendiskriminasikan warganya, maka diskriminasi ini akan dilembagakan secara administratif.

***


Berikut video lengkap wawancara Suaraumat.com dengan Grace Natalie:



Dilihat 0 kali

No comments:

Post a Comment

Wikipedia

Search results

Start typing and press Enter to search