Head

Artikel Opini
Editorial
Hiburan
Hukum
Jokowi
Leader Opinion
Liputan Khusus
Politik
Presiden RI
Profile
Seni dan Budaya
Wawancara Khusus

Translate

Perjuangan MUKI adalah Perjuangan Bangsa Indonesia

Ketua Umum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Djasarmen Purba saat diwawancarai suaraumat.com di kantor MUKI (Foto: Gabriel Hartanto)

Penulis: Mihardo Saputro

JAKARTA, suaraumat.com Ketua Umum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Djasarmen Purba menjelaskan beberapa program MUKI yang salah satunya adalah memperjuangkan kesetaraan hak-hak penghayat kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-Undang Administrasi Kependudukan pada November 2017 lalu.

“Terus terang saja, bahwa penghayat kepercayaan sebetulnya telah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi untuk diakui keberadaannya. Tapi pemerintah, sampai dengan saat ini belum melaksanakan sepenuhnya. Untuk itu, kami, MUKI akan terus berjuang agar pemerintah melaksanakan sepenuhnya keputusan MK ini. Dan Ini bukan hanya perjuangan kami, tapi ini juga perjuang bangsa Indonesia,” tutur Djasarmen.

Mengapa belum sepenuhnya? Karena sampai sekarang masih banyak dari mereka para penganut agama penghayat kepercayaan yang tidak diberi kelulusan atau mengikuti penerimaan, apakah itu di militer, kepolisian atau PNS. Fakta ini menggambarkan bahwa ini belum setara. Selain itu, di beberapa tempat dan wilayah, kuburannya untuk mereka itu tidak ada. “Nah, kita mengurus yang mati saja tidak bisa, apalagi yang hidup? Kan begitu. Ini sangat disayangkan,” tambah Djasarmen.

“Memang, ada juga yang sudah selesai, seperti dari sisi KTP, kemudian catatan sipil. Tapi harus seratus persen, jangan setengah-setengah,” ujarnya. Jadi, dengan kondisi seperti itu, MUKI mengharapkan dalam waktu dekat Presiden Jokowi harus memberikan kepastian kepada mereka agar semua pemerintah mengakui keberadaannya. “Terus terang saja, pada jaman Gusdur Khonghucu diakui. Nah, pada jaman Jokowi sekarang, sudah seharusnya menerapkan keputusan MK kepada semua golongan masyarakat Indonesia,” lanjut Djasarmen.

“Kami juga menganjurkan agar Keppres ini disosialisasikan. Artinya, Keppres inikan belum membumi. Nah, jika sudah disosialisakan dengan baik, Keppres ini jadi membumi. Dengan begitu semua orang tahu dan wajib mengikuti Keppres tersebut. Yang saya maksud dengan semua orang adalah pemerintah, baik itu pemerintah daerah, provinsi, atau kabupaten kota dan juga lembaga dari semua kementrian,” ujar Djasarmen.

Djasarmen juga mengatakan, walaupun MUKI adalah Majelis Umat Kristen Indonesia, tetapi perjuangannya tidak hanya untuk kepentingan Kristen saja,  melainkan untuk kepentingan bangsa. “Jadi dalam perjuangan ini kami tidak mengkotak-kotakan agama. Ini perjuangan kristen, ini perjuangan agama lain, ini perjuangan kami, itu perjuangan kamu, tapi ini perjuangan kita,” katanya.

Tidak hanya penghayat kepercayaan, dari sisi yang lain juga MUKI turut memperjuangkan. Misalnya tentang RUU pendidikan keagamaan yang kemarin oleh kementrian sudah diajukan, tetapi karena diprotes oleh banyak orang, termasuk MUKI, akhirnya direvisi dan dibatalkan. “Jadi, saya berharap agar diwaktu yang akan datang kita juga bisa mengundang perwakilan NU, Muhammadiyah, dan semua unsur agama yang ada agar bisa sama-sama memperjuangkan hak-hak penghayat kepercayaan,” ujar Djasarmen menutup pembicaraan.


***

Berikut video wawancara lengkap MUKI Channel dengan Djasarmen Purba dalam acara Dialog Pagi MUKI:


Dilihat 0 kali

No comments:

Post a Comment

Wikipedia

Search results

Start typing and press Enter to search