Saat Mengendarai Mobil Manual, Kaki Kiri Kamu Suka Nempel Pedal Kopling ya, Ngaku Aja Deh! Terus Harusnya Gimana Dong?

Saat Mengendarai Mobil Manual, Kaki Kiri Kamu Suka Nempel Pedal Kopling ya, Ngaku Aja Deh, Terus, Harusnya Gimana Dong? baca artikel ini sampai habis

Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil dengan transmisi manual. (Youtube/Maxresdefault)

Jakarta, SUARAUMAT.com - Mobil dengan transmisi manual masih menjadi pilihan sebagian masyarakat di Indonesia. Harga yang relatif lebih murah dibandingkan varian transmisi otomatis dan asumsi biaya perawatan yang lebih murah juga menjadi pertimbangan masyarakat membeli mobil dengan transmisi manual.

Namun bagi yang sudah memiliki kendaraan dengan transmisi manual, ada satu kebiasaan yang justru bisa merugikan kamu sebagai pemilik. Kebiasaannya adalah kaki kiri menempel pada pedal kopling padahal mobil sudah jalan.

Pedal kopling memang harus diinjak saat kamu ingin masuk ke gigi transmisi. Namun, setelah mobil bergerak, kaki kiri kamu tidak boleh menginjak atau menempel di pedal kopling.

Kepala Bengkel Toyota Auto2000 Cilandak, Jakarta Selatan, Suparna mengatakan, saat kaki kiri menginjak atau menempel pedal kopling, bisa menyebabkan kopling lepas sekitar 20 persen.

Foto ilustrasi kopling mobil transmisi manual.

Suparna menjelaskan saat berbincang dengan awak media baru-baru ini, meski kaki kiri Anda hanya menempel pedal kopling, tetap saja kopling lepas 20 persen. Tetapi kalau 100 persen tidak apa-apa karena tidak berfungsi sama sekali.

Kebiasaan ini biasanya ditemukan pada kamu yang baru pertama kali mengemudi mobil transmisi manual. Mereka masih takut mesin mobil mati saat jalan, sehingga kaki kiri selalu siap menginjak alias menempel pada pedal kopling.

Baca juga: Rem Blong Saat Berkendara Mobil, Begini Cara Mengatasinya

Jika kebiasaan kamu ini terus berlanjut, efeknya adalah kampas kopling akan lebih cepat aus. Saat kampas kopling aus, mudah selip saat mesin bergerak, pelat kopling, roda gila dan penutup kopling menyatu.

Jelas Suparna, kopling akan terus tergerus, tergesek, setiap kali mobil dipakai. Padahal, kopling seharusnya tergerus saat perpindahan gigi.

Ilustrasi kampas kopling mobil. (Nisa Maulan Shofa) 

Menurut Suparna, usia kopling rata-rata mencapai 80.000 kilometer. Tapi jika kebiasaan kaki kiri Anda menempel di pedal kopling terus berlanjut, umur pakainya bisa lebih cepat.

Jika kopling sudah aus, maka harus diganti satu paket dengan penutup kopling. Jika hanya kanvas yang diganti, itu tidak akan bertahan lama.

Supana mengatakan, kemampuan kopling tidak akan maksimal, paling lama setelah 40.000 kilometer sudah diganti. Karena menurutnya, permukaan penutup kopling lama tidak rata, sehingga kontak dengan lapisan kampas kopling tidak maksimal 100 persen.

Jadi ini dia sobatomotif kerugiannya ketika kamu nyetir mobil manual, dan kaki kiri kamu selalu nempel pedal kopling. Share is carring, terima kasih thank you so much.

(sum/kpn)

COMMENTS

BEST MONTH