Salim Segaf Ingatkan Partai Gelora Indonesia Jangan Cari Ikan di Kolam yang Sama

partai Gelora menyasar pemilih baru generasi milenial guna melebarkan sayapnya menjadi partai politik yang modern demi membangun Indonesia lebih maju

Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta (kiri) 

Jakarta, SUARAUMAT.com - Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al-Jufri mengingatkan dua partai politik (parpol) baru saingannya, Partai Gelora dan Partai Ummat, untuk tidak memancing di kolam yang sama.

Matafora yang disampaikan Salim merujuk pada dua parpol baru yang sama-sama berbasis Islam, dengan segmen pemilih yang berbeda. Namun menurut Salim, memancing di kolam yang sama hanya membuat bingung pemilih.

Salim Segaf Al-Jufri mengatakan kepada awak media pada Selasa, 25 Januari 2022, pihaknya tidak ingin semua orang mencari ikan di kolam yang sama. Belakangan ikan juga menjadi bingung.

Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora)

Partai Gelora Indonesia dikenal sebagai partai besutan Anis Matta. Anis merupakan mantan Presiden PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaq yang tersandung kasus korupsi saat menjabat sebagai anggota DPR periode 2009-2014.

Mundur dari PKS pada Oktober 2019, ia kemudian mendirikan Partai Gelora bersama Wakil Ketua DPR saat itu, Fahri Hamzah.

Partai Ummat

Sedangkan Partai Ummat berdiri dengan dukungan mantan pimpinan PAN Amien Rais sebagai ketua majelis syuro. Partai berbasis Islam itu kini dipimpin Ridho Rahmadi, menantu Amien Rais.

Salim menegaskan, kemunculan sejumlah partai berbasis Islam, termasuk Partai Gelora, bukanlah sebuah ancaman. Dia yakin partai-partai baru tersebut memiliki segmen pemilihnya masing-masing.

Dari total suara PKS di parlemen, masih ada lebih dari 91 persen yang bisa digarap partai lain. Dengan demikian, partai-partai baru masih bisa mempertahankan basis pemilihnya.

Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri berharap Partai Gelora dan Partai Ummat menyasar segmentasi massa berbeda agar tak membuat bingung pemilih. Foto: Dok. Humas PKS

Selanjutnya, Salim merasa percaya diri, dan selalu baik sangka kepada partai-partai baru seperti partai Gelora, partai Ummat. Menurut dia, mereka (partai Gelora-Ummat-red) harus memiliki segmen sendiri, dan mencari segmen tertentu untuk menarik pemilih.

Namun, Salim menegaskan pihaknya akan terus berkomunikasi dengan partai-partai baru. Menurutnya, komunikasi bagi sebuah partai politik merupakan suatu keniscayaan dalam rangka menjalin sinergi dan kerja sama.

Walau secara metafora yang disampaikannya, namun menurut Salim Segaf, dalam politik, saling mengunjungi, berkumpul untuk menemukan titik temu dan kesepakatan bersama adalah hal yang wajar.

(su/kp)

COMMENTS

BEST MONTH