Bahaya megathrust tsunami mengintai Bandara Ngurah Rai, ini kata BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi gempa dan tsunami yang sewaktu-waktu bisa

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. BMKG mengingatkan curah hujan semakin meningkat mendekati akhir Desember 2020. Waspadai bencana banjir dan longsor. /Dok. bmkg/Bmkg.go.id

Jakarta, SUARAUMAT.com - Jarak pantai dan Bandara Ngurah Rai Bali hanya nol meter, oleh karena itu ancaman tsunami bagi sarana vital tersebut penting untuk diantisipasi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi gempa dan tsunami yang sewaktu-waktu bisa melanda Bandara Ngurah Rai, Bali.

Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc. Ph.D., atau Dwikorita Karnawati mengatakan keberadaan Bandara Ngurah Rai sangat vital bagi Indonesia karena, itu adalah pintu masuk utama bagi wisatawan dari berbagai negara.

Bali sendiri, kata Dwikorita, merupakan salah satu destinasi wisata andalan Indonesia dan favorit wisatawan dunia. Selain itu, berbagai agenda internasional kerap digelar di pulau tersebut.

Kata Dwikorita yang juga alumni UGM itu dalam keterangan pers, Kamis (10/2). Jarak dari bandara ke bibir pantai nol meter dan ini berpotensi besar tersapu tsunami jika sewaktu-waktu gempa besar melanda Bali.

Dwikorita menjelaskan, setidaknya ada tiga upaya yang dilakukan BMKG untuk mengantisipasi ancaman bencana, yakni dengan meningkatkan akurasi pemodelan terkait bahaya tsunami.

Menurut Dwikorita, hal ini sangat penting mengingat bandara yang terletak di pesisir menghadapi sumber gempa berpotensi tsunami atau megathrust selatan Bali.BMKG. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi gempa dan tsunami yang sewaktu-waktu bisa melanda Bandara Ngurah Rai, Bali.

Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc. Ph.D., atau Dwikorita Karnawati mengatakan keberadaan Bandara Ngurah Rai sangat vital bagi Indonesia karena itu adalah pintu masuk utama bagi wisatawan dari berbagai negara.

Bali sendiri, kata Dwikorita, merupakan salah satu destinasi wisata andalan Indonesia dan favorit wisatawan dunia. Selain itu, berbagai agenda internasional kerap digelar di pulau tersebut.

Kata Dwikorita yang juga alumni UGM itu dalam keterangan pers, Kamis (10/2). Jarak dari bandara ke bibir pantai nol meter dan ini berpotensi besar tersapu tsunami jika sewaktu-waktu gempa besar melanda Bali.

Dwikorita menjelaskan, setidaknya ada tiga upaya yang dilakukan BMKG untuk mengantisipasi ancaman bencana, yakni dengan meningkatkan akurasi pemodelan terkait bahaya tsunami.

Menurut Dwikorita, hal ini sangat penting mengingat bandara yang terletak di pesisir menghadapi sumber gempa berpotensi tsunami atau megathrust selatan Bali.

Kedua, kata dia, yakni dengan memasang Sistem Penerima Informasi Gempa dan Tsunami (WRS New Generation) yang akan terintegrasi dengan sistem yang ada di pusat komando (command center) Bandara Ngurah Rai.

Ilustrasi Bandara internasional Ngurah Rai, Bali. ANTARAFOTO/Fikri Yusuf

Melalui WSR, jelas Dwikorita, memungkinkan masyarakat dan seluruh pengguna bandara dapat mengetahui adanya gempa dan potensi tsunami dalam waktu kurang dari lima menit atau sekitar dua hingga empat menit.

Ketiga, lanjut Dwikorita, BMKG akan melakukan upaya edukasi kepada pemangku kepentingan dan petugas terkait penyelamatan di bandara.

Caranya dengan melatih dan melakukan latihan atau simulasi evakuasi terkait tanggap informasi gempa dan tsunami secara cepat dan tepat untuk upaya penyelamatan di bandara.

“Mitigasi juga harus dilakukan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota setempat untuk lebih meminimalisir dampak kerugian dan korban jiwa. Mengingat lokasinya yang berada di sekitar bandara juga banyak terdapat kawasan ekonomi dan pemukiman penduduk,” imbuhnya.

Dwikorita mengatakan, kenyataan ini harus menjadi catatan bagi pemerintah dan semua pihak ketika ingin membangun infrastruktur. Hal ini karena Indonesia terletak di cicnin api atau ring of fire, sehingga rentan terhadap gempa bumi dan tsunami.

Idealnya, kata dia, pembangunan berbagai fasilitas umum diarahkan pada kawasan yang aman dari bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa dan kerugian. 

Pewarta: Konradus Pfedhu II Editor: Mihardo Saputro

COMMENTS

BEST MONTH