Begini cara pasang roof box yang benar agar tidak copot di jalan

Bagi pemilik mobil untuk menambah ruang penyimpanan barang membutuhkan wadah lain. Salah satunya adalah dengan memasang roof box/kotak atap dan roof r

Ilustrasi roof box atau kotak atap sebagai bagasi tambahan. (Foto: Dokumen Toyota)

Jakarta, SUARAUMAT.com - Bagi pemilik mobil untuk menambah ruang penyimpanan barang membutuhkan wadah lain. Salah satunya adalah dengan memasang roof box/kotak atap dan roof rack (rak atap) yang bisa menjadi solusi. Namun pemasangan aksesoris pada bagian atap mobil ini harus dilakukan dengan baik dan benar.

“Penggunaan roof box memberikan banyak keuntungan karena bisa digunakan sebagai tempat tambahan untuk menaruh barang bawaan. Meski begitu, ada aturan yang harus dipahami oleh pemilik mobil agar bisa mendapatkan manfaat dari roof box dan tidak melanggar aturan lalu lintas serta merugian akibat menimbulkan kecelakaan,” jelas Aftersales Business Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, melalui pernyataan resminya.

Auto2000 kemudian memberikan panduan pemasangan roof box agar aman dan nyaman saat berkendara di jalan sebagai berikut: 

1. Pastikan mobil memiliki roof rail

Roof box tidak bisa diletakkan di atap mobil karena dapat merusak dan tidak memiliki daya cengkeram yang kuat. Untuk itu dibutuhkan roof rail berupa rel membujur dimana Anda bisa memasang roof rack sebagai tempat meletakkan roof box.

Beberapa model MPV dan SUV sudah memiliki roof rail dengan perhitungan teknis yang cermat sehingga roof rack dan roof box dapat dipasang di atasnya dengan mudah dan aman.

2. Pasang roof rack sebagai dudukan roof box

Roof rack merupakan struktur dasar sebagai penahan roof box. Bisa saja langsung taruh barang bawaan di roof rack, tapi tidak disarankan karena barang bisa terlepas sehingga berbahaya di jalan. 

Pilih roof rack yang kokoh dan memiliki dudukan yang kuat serta mudah untuk dibongkar pasang. Termasuk mampu menopang roof box di atasnya dan ukurannya tidak melebihi lebar bodi mobil karena mengganggu estetika dan keamanan.

3. Pilih roof box sesuai kebutuhan

Sebagai tempat menyimpan barang, pilihlah roof box sesuai kebutuhan dengan kapasitas yang memadai namun tidak terlalu besar karena dapat memengaruhi aerodinamis dan titik keseimbangan mobil. Pilihlah bahan roof box yang berkualitas namun tidak terlalu berat untuk menjaga berat total mobil, apalagi jika ternyata mobil juga terisi penuh oleh penumpang.

 Pelajari cara memasang kotak atap di rak atap dan mekanisme yang benar untuk mengunci tutupnya agar tetap aman di jalan. Pelajari juga tentang posisi penempatan yang tepat di atap mobil untuk menjaga keseimbangan kendaraan dan tidak melewati dimensi mobil untuk menjaga keamanan dan estetika. Agar aman, pilihlah roof box bermerek yang memiliki sertifikat keamanan dan dijual oleh dealer resmi.

4. Hitung daya angkut maksimum kendaraan

Setiap kendaraan memiliki daya angkut yang maksimal untuk menjaga performa mobil tetap optimal di jalan. Karena bukan komponen kendaraan, roof rack dan roof box harus dikategorikan sebagai bagasi. Kurangi daya angkut maksimal dengan bobot roof rack dan roof box untuk mendapatkan daya angkut maksimal baru sebagai acuan dalam mengangkut penumpang dan barang termasuk barang yang akan ditaruh di roof box.

5. Perhatikan gaya mengemudi di jalan

Keberadaan roof box akan mengubah aerodinamika dan pusat gravitasi (center of gravity) serta menambah bobot mobil secara keseluruhan. Biasanya mobil akan terasa lebih berat, goyah atau limbung, dan sulit dikendalikan akibat perubahan pada ketiga aspek tersebut. Lakukan adaptasi saat mulai berjalan, pastikan untuk selalu berkendara dengan halus dan tenang serta tidak agresif, apalagi jarak pengereman juga akan bertambah. Ingatlah selalu bahwa pada bagian atap mobil terdapat tambahan roof box yang mengharuskan Anda untuk memperhatikan gaya berkendara Anda.

 6. Waspadai portal gerbang tol otomatis

Ukur tinggi maksimal mobil setelah memasang roof box. Pastikan aman dan bisa melewati portal gerbang tol otomatis (GTO) khusus mobil penumpang. Jika tidak bisa, berarti pengemudi harus melalui GTO tanpa portal. Termasuk juga ketika melewati portal di kawasan wisata dan pemukiman. Sebagai pengingat, pemilik mobil bisa menempelkan stiker atau peringatan bahwa mobil membawa roof box yang bisa diletakkan di area kokpit pengemudi.

Pewarta: Konradus Pfedhu II Editor: Konradus Pfedhu

COMMENTS

BEST MONTH