Heboh, Bisnis Trading Abal-abal Selalu Menemukan Cara Perdayai Masyarakat Awam, Begini Kata Praktisi

Heboh, Bisnis Trading Abal-abal Selalu Menemukan Cara Perdaya Masyarakat Awam, Begini Kata Praktisi bijak dalam memilih trading atau investasi

Agustinus Stephan Susanto (August Stephan) Praktisi Trading Profesional. (Foto: Dok. Pribadi)

SUARAUMAT.com - Korban penipuan berkedok trading dari salah satu platform mengejutkan publik belakangan ini. Salah seorang korban mengaku rugi sampai ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Imbasnya, nama-nama anak muda yang tajir melintir hasil trading ikut terseret.

Menurut informasi, korban tidak sendirian tetapi ada banyak dan saking putus asa mengambil jalan pintas bunuh diri, menyedihkan. Kejadian ini memberi pelajaran berharga bagi perkembangan dunia trading di tanah air. 

Istilah trading saat ini sedang ramai diperbincangkan oleh banyak orang. Pasalnya, belakangan ini, anak-anak muda yang kaya raya karena bermain di sektor trading atau perdagangan. 

Hal itulah yang membuat banyak orang mulai melirik instrumen bisnis yang satu ini. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk mengeluarkan uang untuk trading, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu trading agar uang Anda tidak habis karena instrumen yang satu ini memang dikenal memiliki risiko yang besar.

Trading adalah proses transaksi keuangan jangka panjang atau istilahnya adalah aktivitas trading dalam bentuk mata uang.

Di pasar keuangan, perdagangan atau trading merupakan instrumen penting karena dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar. Namun, untuk bisa meraup keuntungan yang maksimal, Anda harus memiliki kemampuan membaca pergerakan pasar dengan baik.

Kata praktisi trading 

Sebagai seorang praktisi trading yang sejak tahun 1992 dan sudah memegang ijazah dari institusi pendidikan resmi di bidang financial dan foreign exchange, Agustinus Stephan Susanto atau August Stephan ikut mengomentari kehebohan tersebut. 

Dia mengklarifikasi sebuah berita yang sedang hangat-hangatnya, yaitu tentang penipuan dari sebuah atau beberapa platform trading yang sejatinya merupakan meja casino alias judi.

"Trading itu banyak sekali level-levelnya yang bahaya bagi orang awam. Jadi masuk di bidang itu high risk. Belum lagi penipuan, fraud, oh ini pasti menguntungkan, kalau sudah begitu, tutup buku saja nggak usah dengar lagi," ujarnya.

Dia mengingatkan dalam trading jangan serakah atau sombong, pepatah cina kuno mengatakan kesombongan awal kehancuran. 

Stephan juga menyampaikan, selain masalah knowledge, mental, psikologi, hukum, dan lainnya, orang Indonesia banyak yang tidak rasional. "

Dari dulu banyak yang jadi korban investasi bodong, tetapi masih saja tertarik dengan platform bisnis yang tidak jelas" katanya. 

Mulai trading

Ilustrasi Trading /pixabay

Awal dia kembali trading di akhir tahun 2019, hanya karena ingin menunjukkan cara trading yang baik dan benar.

"Sempat lupa saya dengan trading karena sibuk urus usaha keluarga," tuturnya kepada Suaraumat.com. 

Ia mengaku dirinya adalah tipe orang yang selalu teliti secara mendalam sebelum memulai sesuatu. Soal investasi bodong, anggota keluarganya pernah jadi korban. Bahkan sebelumnya, ia sudah mewanti-wanti saudaranya itu. 

"Saya sudah bilang itu penipuan tidak mau percaya, akhirnya habis banyak juga," ujarnya.

Belajar dari pengalaman, August Stephan tidak mau ada lagi korban investasi bodong semakin menjamur di Indonesia. 

"Jika ada perusahaan pialang atau sekedar sekumpulan penipu yang mengatasnamakan trader forex, berani menjanjikan keuntungan dengan kalimat "pasti", maka itu hanyalah sebuah penipuan yang berbentuk binary option, yang mengumpulkan dana nasabah untuk memberikan keuntungan kepada nasabah-nasabah sebelumnya. Dan pada akhirnya baru sadar bahwa itu memang penipuan setelah uang yang diinvestasikan amblas dan tidak bisa diminta kembali," tegasnya.

Menurutnya, banyak masyarakat terlebih di era pandemi ini tertipu atau terkecoh dengan  berbagai promosi dan kisah-kisah sukses yang dipropagandakan oleh banyak platform judi seperti yang sedang ramai diberitakan saat ini," beber trader kelahiran Tangerang Banten ini. 

Stephan yang juga pemilik Restoran Telaga Seafood sekali lagi menegaskan tentang bisnis trading abal-abal pemangsa uang masyarakat.

"Saya katakan lagi, itu adalah sebuah perjudian atau tebak-tebak buah manggis yang tidak dapat dipertanggungjawabkan baik secara teknis analisa, knowledge, parameter-parameter maupun indikator-indikator ekonomi baik regional terlebih internasional," ujarnya. 

Menurutnya, sangat jelas platform trading seperti inisial B itu judi online atau bidding yang dibatasi oleh interval waktu yang amat sangat pendek yaitu hanya antara 1 menit hingga 15 menit, sedangkan pergerakan harga baik valuta asing maupun komoditi seperti emas, minyak, batubara dan lainnya itu, pergerakannya tidak bisa dianalisa dalam waktu sependek itu.

"Jadi saat saya kembali trading di era digital ini, saya berpegang teguh pada konservatisme dalam berinvestasi, yaitu teliti sebelum membeli. Periksa dulu legalitasnya yang dalam industri keuangan ini ada OJK dan BAPPEBTI untuk keabsahan hukum di negara kita. Platform trading inisial B, selain memang bukan platform trading yang diakui oleh institusi-institusi finansial dunia, dia juga sudah masuk daftar hitam di negara kita," pungkasnya.

Pewarta: Konradus Pfedhu

Editor: Konradus Pfedhu

COMMENTS

BEST MONTH