Kasus pencemaran nama baik Indra Kenz ditarik ke Bareskrim Polri

Laporan Crazy Rich asal Medan, Sumatera Utara, Indra Kenz, terhadap salah satu korban penipuan investasi sistem perdagangan opsi biner (binary option)

Indra Kenz Crazy Rich asal Medan Sumatera Utara. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, SUARAUMAT.com - Laporan Crazy Rich asal Medan, Sumatera Utara, Indra Kenz, terhadap salah satu korban penipuan investasi sistem perdagangan opsi biner (binary option) aplikasi Binomo, Maru Nazara di Polda Metro Jaya terkait pencemaran nama baik, diminta ditarik ke Bareskrim Polri Jakarta.

"Saya mengarahkan Dirtipideksus untuk menarik penanganannya ke Bareskrim hingga terbukti pelapor memang korban penipuan investasi bodong Indra Kenz," kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, Jumat (11/2).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan siap menjalankan arahan dari Bareskrim Polri. Namun lanjutnya, laporan korban Binomo tetap menjadi prioritas penyidik. "Harus didahulukan yang di Bareskrim, ujar Whisnu singkat.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menerima laporan dari Indra Kesuma alias Indra Kenz terkait pencemaran nama baik dengan pelapor, Maru Nazara.

Baca juga: Robot trading makan korban, Net89 angkat bicara

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan ini masih terkait dengan salah satu video yang diunggah ke akun YouTube Official Panggung Inspirasi. Dalam hal ini, laporan terhadap Maru Nazara didaftarkan dengan nomor LP/B/660/II/2022/SPKT/Polda Metro Jaya.

Maru Nazara dilaporkan terkait Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP.

Indra Kenz akan diperiksa

Sementara itu penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap Crazy Rich asal Medan, Indra Kesuma alias Indra Kenz. Hal ini terkait dengan kasus dugaan penipuan investasi pada sistem trading binary option atau perdagangan opsi biner melalui aplikasi Binomo.

"Yang bersangkutan pasti akan diperiksa," kata Whisnu Hermawan, Jumat (11/2). Kemungkinan minggu depan, karena masih memeriksa saksi-saksi.

Baca juga: Ramai bisnis robot trading berkedok investasi bodong makan korban

Indra Kenz dilaporkan ke polisi terkait kasus penipuan investasi melalui aplikasi Binomo. Indra melalui media sosialnya, baik itu YouTube, Instagram, dan Telegram, kerap mempromosikan Binomo sebagai aplikasi legal dan resmi.

Indra juga mengajarkan strategi trading melalui aplikasi Binomo dengan keuntungan yang dijanjikan sekitar 80-85%. Kasus ini dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Kamis 3 Februari 2022 oleh delapan orang korban yang kerugiannya mencapai Rp 3,8 miliar.

Pewarta: Konradus Pfedhu II Editor: Konradus Pfedhu

COMMENTS

BEST MONTH