Kelompok ternak sapi Muri Nua Desa Detusoko Barat gelar pelatihan pakan ternak

Kepala Desa (kades) Detusoko Barat Ferdinandus Watu bersama jajarannya, yang sukses menggelar pelatihan pengolahan pakan ternak untuk kelompok

Kelompok ternak sapi Muri Nua Desa Detusoko Barat gelar pelatihan pakan ternak. (Fot: Dok. Desa Detusoko Barat)

Detusoko, SUARAUMAT.com - Memanfaatkan ilmu dan tenaga dari apa yang ada di desa, membangun kerja sama antara kampus dan desa serta menghadirkan kemajuan bagi warga desa merupakan sebuah keniscayaan. 

Hal ini dilakukan oleh Kepala Desa (kades) Detusoko Barat Ferdinandus Watu bersama jajarannya, yang sukses menggelar pelatihan pengolahan pakan ternak untuk kelompok peternak sapi Muri Nua, Dusun Nuagiu, Desa Detusoko Barat, Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/2).

"Kami berterima kasih kepada Bapak Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema, S.IP., M.Si atas bantuannya melalui Kementerian Pertanian, 1 unit UPPO, bangunan, motor roda 3, mesin pencacah dan sapi 8 ekor," tulis Kades yang biasa disapa Nando Watu melalui unggahan sosial media pribadinya.

Kades Nado memimpin langsung pelatihan tersebut bersama kelompok peternak sapi setempat. "Menariknya, banyak anak muda yang terlibat dan mengikuti pelatihan ini. Selain menggunakan bahan-bahan yang ada di Desa Detusoko Barat, kingres, dedak dan jagung, kegiatan ini juga melibatkan 3 mahasiswa Politani Kupang," ujarnya.

Menurut Nando, ketiganya berasal dari Detusoko yang kebetulan sedang berlibur, mereka didapuk menjadi pelatih atau trainer atau instruktur. Dan salah satunya, Yovin, merupakan peserta Beasiswa Bakti Tani Yayasan Khouw Kalbe, Jakarta, sebagai bagian dari kerja sama pemberdayaan sumber daya manusia di desa.

Pelatihan pakan ternak ini juga dibekali ilmu dari salah satu staf desa yang kebetulan lulusan D3 Kesehatan Hewan (Keswan). Dan juga didampingi oleh seorang dokter hewan, salah satu putri Detusoko yang telah kembali dari studinya, serta dibimbing oleh Maria Rosdiana, Dosen Peternakan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang juga berasal dari Detusoko.

"Ruang interaksi antara pengetahuan dan pengalaman di desa seolah mendapat tempat. Melalui UPPO kami mencoba menggali dan memanfaatkan potensi peternakan," ujar Nando.

Kades yang pernah menjadi wartawan itu mengatakan, pihaknya berkomitmen melalui kelompok Muri Nua, pada pertengahan tahun ini sudah ada Pokasi pupuk dari kotoran sapi sebagai output atas hadirnya UPPO (Unit Pupuk Organik).

Ini juga merupakan bidang penelitian dan pelatihan, PKL dan KKN untuk mahasiswa peternakan. Desa Detusoko Barat bekerja sama dengan Undana dan Universitas Flores (Uniflor) untuk mendukung program ini, dan dalam perencanaan jangka panjangnya dijadikan sebagai unit usaha generasi muda.

Bidang aksi nyata di desa salah satunya sebagai tempat wisata sekaligus mendukung Detusoko dalam semangat menuju desa organik. Salam bergerak dari desa, aksi dari kampus menuju kampung wujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Galeri foto:



Pewarta: Konradus Pfedhu II Editor: Konradus Pfedhu II Foto: Dok. Desa Detusoko Barat

COMMENTS

BEST MONTH