Ketegangan Rusia-Ukraina picu harga emas Antam naik

Harga emas Aneka Tambang (Antam) mendekati Rp. 960.000/gram, dampak dari meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Barat atas Ukraina yang mendorong

Seorang karyawan menunjukkan kepingan emas di kantor Pegadaian Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15 /10/2020). ANTARAFOTO/Abriawan Abhe

JAKARTA, SUARAUMAT.com - Harga emas Aneka Tambang (Antam) mendekati Rp. 960.000/gram, dampak dari meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Barat atas Ukraina yang mendorong investor untuk menarik diri dari aset berisiko dan memilih aset safe-haven salah satunya emas.

Harga emas Antam pada Selasa (15/2) menguat Rp. 4.000 hingga ke posisi Rp. 957.000/gram. Demikian pula harga pembelian kembali (buyback) juga mengalami kenaikan sebesar Rp. 4.000 hingga mencapai posisi Rp. 861.000/gram.

Harga emas di website logam mulia (precious metal) pekan lalu mencatatkan kenaikan sebesar Rp. 16.000. Pada Senin (7/2), harga ditutup pada Rp937.000/gram, hingga Sabtu (12/2), harga emas Antam ditutup pada Rp953.000/gram.

Kemudian, emas Antam pada Senin (14/2) tidak bergerak atau bertahan di Rp953.000/gram, sama seperti Sabtu (12/2).

Harga emas Antam sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa Rp. 1.058.000/gram pada Rabu (19/8/2020).

Di Pegadaian, Selasa (15/2), harga emas Antam Rp991.000/gram, Antam Retro Rp961.000/gram. Sedangkan Antam Batik adalah Rp. 1.146.000/gram dan emas UBS Rp. 960.000/gram.

Dikutip dari Antara, harga emas naik tipis di perdagangan Asia pada Selasa (15/2) pagi, menuju level tertinggi tiga bulan yang disentuh di sesi sebelumnya. Pasalnya, meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Barat terkait Ukraina mendorong investor untuk mundur dari aset berisiko dan memilih aset safe-haven emas.

Spot gold atau emas spot naik 0,1% menjadi US$1,871,52 per ounce pada pukul 00.52 GMT, setelah di sesi sebelumnya emas menandai level tertinggi sejak 16 November di US$1,873,91 di sesi sebelumnya. Sementara itu, emas berjangka AS naik 0,2% menjadi US$ 1.873,40.

Pasar saham dunia jatuh pada Senin, sementara harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam kurun waktu tujuh tahun karena peringatan dari Amerika Serikat bahwa Rusia akan segera menyerang Ukraina dan investor bergegas untuk membeli obligasi pemerintah safe-haven yang sebagian besar telah mereka hindari sepanjang tahun ini.

Emas biasanya dilihat sebagai lindung nilai terhadap konflik geopolitik, dan dengan meningkatnya ketegangan di sekitar Ukraina, emas spot telah ditutup lebih tinggi dalam sembilan dari 11 sesi sebelumnya.

Juga mendukung emas, benchmark imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun melemah, mengurangi kemungkinan kerugian memegang emas yang tidak membayar bunga.

Sementara itu, ekonomi Jepang rebound dalam tiga bulan terakhir tahun 2021, karena penurunan kasus virus corona membantu menopang konsumsi, meskipun kenaikan biaya bahan baku dan lonjakan infeksi varian Omicron baru mengaburkan prospek.

Pejabat Federal Reserve AS terus memperdebatkan seberapa agresif untuk meluncurkan kenaikan suku bunga mendatang pada pertemuan mereka Maret nanti, setelah inflasi semakin memanas.

Di antara logam mulia lainnya di pasar spot, perak naik 0,2% menjadi US$23,87 per ounce. Sementara platinum naik 0,2% menjadi US$1.030,11 per ounce.

Palladium naik 0,3% pada US$2,368,33 per ounce, setelah mencapai level tertinggi dalam hampir dua minggu pada hari sebelumnya.

Pewarta: Konradus Pfedhu II Editor: Konradus Pfedhu

COMMENTS

BEST MONTH