Komite investigasi Portugis menerima 214 pengaduan pelecehan seksual di Gereja Katolik

Sebuah komite awam yang menyelidiki pelecehan seksual anak di Gereja Katolik Portugis mengatakan pada Kamis (10/2) bahwa selama bulan pertama pihaknya

Kota Lisbon, Portugis. (Foto: Dok. Istimewa)

Lisbon, SUARAUMAT.com - Sebuah komite awam yang menyelidiki pelecehan seksual anak di Gereja Katolik Portugis mengatakan pada Kamis (10/2) bahwa selama bulan pertama pihaknya bekerja menerima pengaduan dan tuduhan dari 214 orang.

Tuduhan itu datang dari orang-orang yang lahir antara tahun 1933 dan 2006 dan menceritakan pelecehan dan penyiksaan psikologis yang dirahasiakan selama beberapa dekade, kata Komite Independen untuk Studi Pelecehan Anak di Gereja.

"Penderitaan ini dikaitkan dengan perasaan malu, takut, bersalah dan isolasi diri, memperkuat gagasan kehidupan di mana sensasi 'berdiri di samping' selalu hadir," kata panitia dalam sebuah pernyataan.

Pejabat gereja di Portugis mengatakan bahwa dua tahun lalu pihak berwenang hanya menyelidiki sekitar selusin tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan pastor Portugis sejak 2001. Lebih dari setengah kasus dibatalkan karena penyelidik gereja memutuskan tidak ada cukup bukti untuk mengejar mereka.

Komite beranggotakan enam orang, yang mencakup seorang psikiater, mantan hakim Mahkamah Agung, dan seorang pekerja sosial, menjanjikan anonimitas kepada siapa pun yang mengajukan pengaduan. Panitia secara resmi mulai bekerja pada 1 Januari.

Komite tersebut, yang akan melapor ke Konferensi Wali Gereja Portugis pada akhir tahun, mengatakan tugasnya adalah mempelajari apa yang terjadi pada pelecehan seksual anak, bukan memulai penyelidikan formal.

Tuduhan ganda menunjukkan kemungkinan kuat bahwa anak-anak lain mungkin menjadi korban dari pelaku yang sama, kata pernyataan itu.

Pernyataan saksi diterima secara online, dengan korban mengisi formulir di situs web komite, atau melalui telepon atau wawancara tatap muka.

Tuduhan itu datang dari seluruh negeri, kata komite itu, serta dari Portugis yang sekarang tinggal di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Luksemburg, dan Swiss, di mana terdapat komunitas imigran Portugis yang besar.

Karena sebagian besar pernyataan diterima secara online, komite meningkatkan upayanya untuk menjangkau orang-orang di daerah yang kurang berkembang di negara ini yang mungkin tidak terbiasa menggunakan teknologi.

Komite merekrut badan amal, asosiasi sipil dan dewan paroki, untuk menyebarkan berita ini. 

(AP/SU/kp)

COMMENTS

BEST MONTH