Mengapa keramik menggelembung atau "popping"?

Keramik banyak digunakan sebagai material lantai pada rumah-rumah di Indonesia. Namun, Anda mungkin sering menemukan ubin keramik yang menggelembung

Ilustrasi keramik. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, SUARAUMAT.com - Keramik banyak digunakan sebagai material lantai pada rumah-rumah di Indonesia.

Namun, Anda mungkin sering menemukan ubin keramik yang menggelembung atau terangkat.

Entah itu tidak lama setelah pemasangan ubin keramik atau setelah bertahun-tahun digunakan.

Masalah ini sering terjadi dan banyak orang yang tidak mengetahui penyebabnya.

Jadi, mengapa ubin keramik menggelembung atau "popping"? Berikut beberapa alasannya.

Keadaan lingkungan

Dalam beberapa kasus, pemasangan dan kualitas bahan keramik mungkin sempurna, tetapi beberapa faktor lingkungan dapat menyebabkannya menggelembung.

Misalnya, jika beberapa ubin keramik ditempatkan langsung di bawah sinar matahari, panas matahari dapat menyebabkan keramik mengembang atau pemuaian, yang pada akhirnya menyebabkan ubin tersebut menonjol.

Kemudian, ketika keramik terkena kelembaban tinggi atau air secara langsung, juga memungkinkan untuk menggelembung.

Dalam hal ini, perekat di sekitar keramik dan semen di bawahnya dapat membengkak, yang pada akhirnya akan membuatnya menonjol.

Lapisan di bawah keramik buruk

Jika proses pelapisan di bawah keramik tidak diselesaikan dengan hati-hati dan benar, subfloor mungkin dibiarkan tidak rata.

Karena lapisan di bawah keramik tidak rata, maka akan sangat mudah menonjol.

Selain itu, subfloor yang tidak dibersihkan dengan baik sebelum pemasangan ubin keramik juga dapat memicu pembengkakan.

Ini karena kotoran di subfloor cenderung menempel di bawah keramik. Pada akhirnya, semen dan perekat akan membusuk, menyebabkan keramik menggelembung.

Celah yang tidak mencukupi

Ubin cenderung berkontraksi dan mengembang. Ini adalah kondisi alami. Kontraktor yang mengerjakannya secara benar sedianya tahu berapa banyak ubin dapat berkontraksi atau berkembang.

Pengetahuan ini membantu menentukan jarak yang tepat dan harus dipertahankan antara keramik. Jika ini dipertahankan dengan baik, keramik tidak akan menonjol.

Sebaliknya, jika celahnya tidak sempurna, kemungkinan besar keramik akan menonjol ke atas.

Kualitas perekat yang buruk

Perekat yang tepat untuk memasang ubin keramik cukup fleksibel. Perekat ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat beradaptasi dengan kontraksi dan pemuaian keramik.

Tentu saja, perekat sangat penting untuk menjaga keramik agar tetap di tempatnya masing-masing.

Di sisi lain, perekat berkualitas rendah dengan harga yang relatif murah dapat menyebabkan hilangnya atau terlepas lapisan dasarnya dengan keramik.

(Su/Kp)

COMMENTS

BEST MONTH