Menguak Tabir Sejarah Borobudur dan Prambanan Bukti Peradaban NUSANTARA Sesungguhnya

Mari kita buka kebenaran sejarah Borobudur, agar tidak ketinggalan informasi yang luar biasa ini, ikuti dan jangan abaikan "Expedition to Borobudur

"Expedition to Borobudur juga Prambanan, Anda akan temukan fakta baru bahwa "Kitalah yang mewarnai India." (Dok. ASATI)

SUARAUMAT.COM - Hasil penelitian terkini terbukti bahwa pada hari keempat belas dari setengah bulan yang cerah dari Asalha 5405 SM, mulai dibangunannya bangunan megah ini oleh Prabu Kerthadharma, bernama Vhwănā Çhaķâ Phalā, kini terpublikasi bernama "Borobudur."

Johannes Gijsbertus Casparis, Filolog Belanda menulis dalam disertasinya pada 1954, memperkirakan (bukan hasil kesimpulan berdasar penelitian ilmiah akademis). Bahwa Borobudur dibangun sekitar tahun 824 M.... hanya "Perkiraan." 

Bahkan kajian akademisi dari seorang Bhikuni Thailand menyimpulkan, hanya 50% yang "Berkesesuaian" dengan biografi YM. Sidharta Gautama, selebihnya dia tidak paham.

Ada 160 panel pada relief dasar Borobudur tidak ter-expose yang mendasari ajaran leluhur Nusantara (kaum Çaka/Saka/Çakyā/Arya). 

Dharma Original “Ajaran Monothiesme” (Ketauhidan) yang justru mendasari lahirnya Hindu, Buddha dan Jaina di India. Bukan sebaliknya. Terekam pada literasi kata Kųsãlädhãrmãbæjănā di pigura dasar relief Borobudur.

Çaka adalah kaum leluhur Nusantara, tertulis pada relief dasar Vhwãnã Çakã Phãlã (Borobudur) dengan teks literasi kata Māhéçãkyã. 

Bangsa Çãkyã/Şàkyà/Schytia/Saka, Aryān yang Agung, Kaum "Çaka" sudah ada lebih dahulu… saat menaklukan Raja "Salivahana" India. Angka tahun 78 M ini yang disalah tafsirkan untuk menghitung awal tahun Saka di prasasti.

Relief dasarnya yang "Tidak di expose" dengan penamaan "Karmawibhangga" ini menggunakan tafsir dari naskah "Mahakarmawibhangga", namun tidak sepenuhnya mengikuti naskah itu. Berdasar penelitian Bernet Kempers 1970 : 151 & 1976.

Di Nusantara pada abad 4 M sampai dengan 7 M, tidak tercatat misionaris India datang ke Nusantara... "Peziarah Tiongkok" yang datang ke Nusantara adalah untuk "Belajar" dan mencatat ajaran "Dharmic Original" yang telah ada lama di Nusantara, bukan membawa ajaran dari negerinya untuk disebarkan ke Nusantara.

Mari kita buka kebenaran sejarah Borobudur, agar tidak ketinggalan informasi yang luar biasa ini, ikuti dan jangan abaikan "Expedition to Borobudur juga Prambanan, Anda akan temukan fakta baru bahwa "Kitalah yang mewarnai India."

https://chat.whatsapp.com/ECXPN3rX3WEDaiYlPdtugD

Info Pendaftaran peserta ke Kontak WA : 0819 0930 0009 (Musyma)

(su/adv/kp)

COMMENTS

BEST MONTH