Partai Perindo: Berapapun perolehan suara dari partai non-parlemen, aspirasi rakyat tetap perlu disalurkan

Ketua DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo malam ini menggelar rapat dengan pimpinan partai politik (parpol) nonparlemen.

Ketua DPP Partai Perindo Yusuf Lakaseng. (Foto: Dok. Istimewa)

JAKARTA, SUARAUMAT.com - Ketua DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo malam ini menggelar rapat dengan pimpinan partai politik (parpol) nonparlemen. Dalam pertemuan tersebut, setidaknya akan dibahas dua tema besar.

"Saya ingin pastikan malam ini Ketua Umum Partai Perindo dan juga Sekjen Partai-partai Non-Parlemen akan bertemu, berdiskusi, dengan dua tema besar," kata Ketua DPP Partai Perindo Yusuf Lakaseng, Rabu (23/2/).

Isu pertama adalah pembahasan gugatan uji materiil terhadap Presidential Threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Pemilu. Diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutuskan hasilnya pada Kamis (24/2/2022).

Baca juga: Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo makan bersama petinggi parpol nonparlemen

"Insya Allah ada kesepakatan. Kalau misalnya MK kembali menolak dalam putusan besok, maka pihak nonparlemen akan kembali mengajukan uji materi ke MK terkait PT tersebut," ujarnya.

Topik kedua adalah menjajaki koalisi partai politik non-parlemen untuk menyongsong Pilpres 2024 mendatang. Karena berapapun suara yang dihasilkan oleh gabungan partai non-Parlemen, tetap hasil dari rakyat yang perlu diaspirasikan.

“Partai nonparlemen, seberapa besar suara yang mereka miliki, adalah aspirasi rakyat yang harus disalurkan. Termasuk di pilpres nanti, karena 9,7 persen itu angka yang besar,” jelasnya.

Namun, dia tidak merinci lebih lanjut waktu dan lokasi pertemuan Hary Tanoesoedibjo dengan pimpinan parpol nonparlemen. Menurutnya, ada 5 pihak yang sudah memastikan akan hadir.

"Ada Perindo, PBB, Hanura, PSI, Partai Garuda, dan PKPI. Saya optimis akan ada diskusi konstruktif di acara malam ini," ujarnya.

(Red/Sum/kp)

COMMENTS

BEST MONTH