Bos sawit di Labuhanbatu Sumut tega bakar orang kepercayaannya, gegara berbohong

Bos kelapa sawit di Labuanbatu, Sumatera Utara (Sumut) tega membakar orang gegara dituduh berbohong. Adalah Dor Dian Rambe yang menjadi korban

Ilustrasi api kebakaran. (Foto: Pixabay)

LABUHANBATU, SUARAUMAT.com -  Bos kelapa sawit di Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) tega membakar orang gegara dituduh berbohong. Adalah Dor Dian Rambe yang menjadi korban kesadisan bos sawit tersebut. 

Diketahui korban mengalami luka bakar 35 persen di bagian tubuhnya. Kaki, tangan, dada, wajah dan lehernya melepuh dalam peristiwa tersebut. 

Doni Simamora salah seorang pejabat humas RSUD Rantauparapat, Labuhanbatu, Sumut kepada media Sabtu (12/3) mengungkapkan, keadaan korban saat ini masih sadar, tapi pihaknya tidak bisa mengatakan apakah kondisinya membahayakan atau tidak. Namun fokusnya mengupayakan untuk merawat luka korban.

Aparat kepolisian pun sigap menangani kasus ini. Bos alias tauke sawit tersebut ditangkap. Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti saat dimintai konfirmasi, membenarkan bos sawit pembakar Dian Rambe sudah ditangkap. "Sudah diamankan. Sudah dikirim ke Polres dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Korban sebenarnya adalah orang kepercayaan bos sawit yang berbisni mengepul tandan buah segar sawit berinisial J (47). Korban dibakar hidup-hidup karena diduga menggelapkan buah sawit milik J. Anhar mengatakan J yang merupakan warga Kampung Rakyat  Labuhanbatu Selatan (Labusel), ditangkap oleh aparat Polsek Kampung Rakyat, pada Rabu (9/3/2022).

Anhar mengungkapkan, bahwa korban adalah tangan kanannya yang bertugas menimbang dan membayar buah sawit yang dibeli dari masyarakat. 

Tak sengaja membakar korban

Sang tauke mengaku tidak sengaja membakar korban. Menurut keterangannya kepada pihak kepolisian, J tidak pernah mempersiapkan bensin yang disiramkan ke tubuh korban, melainkan sudah ada di lokasi kejadian. 

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki pelaku J berdalih tak sengaja membakar Dian Rambe. "Jadi dia bilang sewaktu dia datang ke gubuk itu, karena dipanggil-panggil si korban tidak menjawab, maka ditendangnyalah pintu itu. Gara-gara tendangannya itu, tumpalah bensin yang ada di situ, dan kena korban yang tidur di ambal," jelas Rusdi menyampaikan keterangan J. 

"Lalu entah kenapa dia kepingin merokok katanya, dihidupkannya mancisnya, langsung menyambar ke tumpahah bensin itu," sambung Rusdi. 

Rusdi menyebut masih mendalami keterangan J dan masih akan memeriksa saksi-saksi lainnya. 

Awal dugaan korban gelapkan buah sawit

Rusdi menuturkan, kemarahan J bermula dari laporan adanya buah sawit sebanyak 500 Kg yang rencananya akan digelapkan korban. Buah sawit yang baru dibeli dari masyarakat tersebut seharusnya dinaikkan ke truk dan dibawa ke tempat penampungan milik J. 

Namun buah tersebut tidak diangkut oleh korban, tetapi dibiarkan saja berada di satu tempat. Tindakan Dian Rambe atau korban ini diduga akan menjual buah sawit tersebut ke orang lain tanpa sepengetahuan J.

Mendapat informasi tersebut, J kemudian menanyakan perihal ini ke pekerja lainnya mengapa buah sawit tidak diangkut. Pekerja lain menjawab itu merupakan perintah korban. 

"Karena itulah pelaku ini kemudian mencari korban, yang akhirnya diketahui sedang tidur di gubuk yang lokasinya tidak jauh dari rumah pelaku  tersebut," ujar Rusdi.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, pelaku memang langsung berusaha menyelamatkan korban begitu api mulai menyambar tubuh korban. Selain itu pelaku bergegas membawa korban ke rumah sakit. 

(kn)

COMMENTS

BEST MONTH