Buru Pendeta Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses, Bareskrim gandeng FBI

Saifuddin Ibrahim menghina agama Islam. Sedangkan dari keluarganya seperti salah satu kakek dari ayahnya beragama Islam. Di sisi lain, ibunya Kristen.

Pendeta Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses /Tangkapan layar Youtube Saifuddin Ibrahim 


--------------


JAKARTA, SUARAUMAT.com - Pendeta Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses yang diduga menista agama Islam akan dikejar oleh Bareskrim Polri dengan melibatkan FBI Amerika Serikat.


FBI adalah badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat yang saat ini memiliki yurisdiksi investigasi atas perbuatan melawan hukum lebih dari 200 kategori kejahatan.


Pasalnya pria kelahiran Bima, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat tersebut saat ini menjadi buah bibir di tanah air.


Hal ini terkait dengan ucapan Saifuddin yang meminta 300 ayat Al-Quran dihapus. FBI dilibatkan karena Saifuddin baru-baru ini diduga berada di Amerika Serikat seperti tayangan Youtube Saifuddin Ibrahim.


"Melakukan koordinasi dengan Legal Attache FBI," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/3).


Hal itu dilakukan atas laporan polisi Nomor: LP/B/0133/III/2022/SPKT Bareskrim Polri tanggal 18 Maret 2022 dengan pelapor bernama Rieke Ferra Rotinsulu.


Menurut Ferra di Mabes Polri Jakarta, Saifuddin Ibrahim menghina agama Islam. Sedangkan dari keluarganya seperti salah satu kakek dari ayahnya beragama Islam. Di sisi lain, ibunya Kristen. Dengan tindakan Saifuddin Ibrahim tersebut akan memecah belah agama.


Dedi menjelaskan, saat ini Polri juga akan berkoordinasi di dalam negeri melalui Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk terkait dugaan Saifuddin Ibrahim kabur ke Amerika Serikat.


"Melakukan koordinasi dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham dan Kemenlu terkait dugaan keberadaan saudara SI di Amerika Serikat," pungkasnya.


Atas laporan tersebut, Saifuddin dipersangkakan melanggar Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 156a KUHP dan/atau Pasal 14 ayat (1), ayat (2) dan/ atau Pasal 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan hukum Pidana.


(Red/Sum)

COMMENTS

BEST MONTH