Di Liga Champions ukir rekor, Tuchel kalahkan Guardiola-Zidane

Di Liga Champions ukir rekor, Tuchel kalahkan Guardiola-Zidane usai bawa The Blues Chelsea ke perempat final, kandaskan wakil Prancis Lille 2-1

Thomas Tuchel. /Facebook: Update Chelsea

LILLE, SUARAUMAT.com - Thomas Tuchel mengukir rekor oke di Liga Champions, usai mengantarkan Chelsea ke perempat final. Manajer asal Jerman itu mengalahkan Pep Guardiola dan Zinedine Zidane.

Tuchel baru saja mendampingi Chelsea dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Lille. The Blues unggul 2-1 di Stade Pierre-Mauroy, Lille, Prancis, Kamis (17/3/2022) dini hari WIB.

Sempat tertinggal lewat penalti Burak Yilmaz, Chelsea membalas dua gol lewat Christian Pulisic dan Cesar Azpilicueta. Kemenangan 2-1 membuat wakil Inggris lolos ke perempat final dengan agregat 4-1, setelah unggul 2-0 di leg pertama.

Kemenangan itu tak hanya meloloskan Chelsea ke babak delapan besar. Khusus untuk pelatih, rekor pribadi pun tercipta.

Tuchel baru saja meraih 32 kemenangan di Liga Champions, dari total 50 laga yang dilakoninya. Secara detail, Tuchel mengemas 32 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 11 kekalahan. Angka-angka itu menjadi rekor tersendiri.

Tuchel menyamai rekor Jupp Heynckess, sebagai pelatih yang bisa mengemas 32 kemenangan dari 50 pertandingan pertama kepelatihannya di Liga Champions. Tuchel melampaui rekor Guardiola, Zidane, Vicente Del Bosque, dan Diego Simeone.

Zidane hanya bisa memenangkan 31 dari 50 pertandingan pertamanya, sedangkan Guardiola baru menang 30 kali. Del Bosque sendiri baru menang 29 kali, dan Simeone yang baru menang 28 kali.

Tuchel telah melatih di Liga Champions sejak 2016/2017, ketika dia masih di Borussia Dortmund. Debutnya berakhir manis, yakni menghancurkan Legia Warzawa dengan kemenangan 6-0 pada 14 September 2016.

Di musim pertamanya melatih di Liga Champions, Tuchel mengantarkan Dortmund ke perempat final. Langkahnya kemudian terhenti setelah ditekuk AS Monaco.

Kemudian ia melatih Paris Saint-Germain, dengan catatan hanya bisa menjadi runner-up, setelah kalah di final musim 2019/2020. Baru di Chelsea, Tuchel mampu mencicipi kesuksesan trofi Liga Champions, usai meraih juara kemenangan di musim 2020/2021.

Musim ini, Tuchel masih bisa membawa Chelsea berlaga hingga perempat final. Bisakah dia mempertahankan gelarnya? Menarik untuk ditunggu kiprah Chelsea mengingat banyaknya sanksi saat ini.

Kata-kata penuh motivasi

Tuchel ketika ditanya, apakah ada tim yang ingin Anda hadapi atau tidak ingin Anda hadapi di perempat final?

Thomas Tuchel: "Saya ingin kami menjadi tim yang tidak satu orang pun ingin melawan kami. Ini adalah peran yang kami lihat sendiri di babak delapan besar ini. Ini adalah langkah besar untuk melakukannya lagi, lagi, dan lagi."

"Kami berjuang untuk empat tempat teratas di liga terberat mungkin di dunia saat ini dan kami bertarung di delapan besar lagi [di Liga Champions]."

"Jadi kami mengeluarkan yang terbaik dalam diri kami dan kami ingin menjadi tim yang tidak ingin dilawan siapa pun. Jadi mari kita lihat apa yang terjadi." [via Adam Newson]

Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH