Duh, belum juga kelar dibangun, rumah sakit Rp 25,5 miliar ini malah plafon dan temboknya sudah rusak

Belum lagi selesainya Proyek Rumah Sakit (RS) Pratama Kelas D Kecamatan Sandai senilai Rp25,5 miliar Tahun Anggaran 2021.

Tampak plafon dan tembok bangunan rumah sakit pratama kelas D Sandai Ketapang Kalbar yang sudah mulai rusak sedangkan pembangunannya belum selesai.
Tampak plafon dan tembok bangunan rumah sakit pratama kelas D Sandai Ketapang Kalbar yang sudah mulai rusak, sedangkan pembangunannya belum selesai. (Foto: Dok. Istimewa)

KETAPANG KALBAR, SUARAUMAT.co.id - Belum lagi selesainya Proyek Rumah Sakit (RS) Pratama Kelas D Kecamatan Sandai senilai Rp25,5 miliar Tahun Anggaran 2021.

Beberapa titik fisik bangunan proyek tersebut sudah mengalami kerusakan, demikian dilaporkan masyarakat kepada awak media belum lama ini.

Proyek yang dilaksanakan oleh PT. Peduli Bangsa itu hingga saat ini belum selesai pengerjaannya. Informasi yang diterima media bahwa kontraktor (PT. Peduli Bangsa - red), dalam pelaksanaan proyek ini banyak menemui kendala, mulai dari masalah internal antara kontraktor utama dan subkon pelaksana, hingga masalah permodalan.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, bahwa dalam pelaksanaan proyek RS Sandai diduga terdapat indikasi penyimpangan.

Beberapa pejabat dan pihak pelaksana terkait proyek ini juga sudah diperiksa oleh Tim Penyidik ​​Sub Direktorat 3 Tipidkor Polda Kalimantan Barat.

Proyek Rumah Sakit Pratama Sandai Kelas D ini dibiayai dari APBD Kab. Ketapang (DAK Reguler) T.A 2021. Semula dianggarkan dengan pagu Rp. 29.141.735.826,76,- kemudian tendernya dimenangkan oleh PT Peduli Bangsa dengan nilai kontrak Rp. 25.585.000.000- dan pelaksanaannya diawasi oleh CV. Prima Konsultan sebagai konsultan pengawas.

Duh, belum juga kelar dibangun, rumah sakit Rp 25,5 miliar ini malah plafon dan temboknya sudah rusak
Rumah Sakit Sandai. (Foto: Dok. Istimewa)

Proyek Pembangunan Rumah Sakit Pratama Sandai Kelas D terdiri dari beberapa item pekerjaan, antara lain: Pekerjaan Pendahuluan, Pekerjaan Arsitektur, Pekerjaan Struktur, Pekerjaan Site Development, Pekerjaan Rumah Genset dan Rumah Sampah serta Pekerjaan Mekanikal - Elektrikal - Plumbing.

Hingga 31 Desember 2021, proyek ini baru mencapai 90% progres fisik. Artinya 10% tidak lagi dibiayai DAK, tetapi menjadi beban APBD Kabupaten Ketapang untuk menyelesaikannya.

Dalam perjalanan pengerjaan proyek ruma sakit tersebut, ada juga Addendum tambah kurang untuk pekerjaan. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak PPK H. Rustami, SKM., M.Kes., belum bisa dihubungi.

(Red/sum)

COMMENTS

BEST MONTH