HUT PPNI Ke-47: Perawat Nagekeo Kuat Masyarakat Sehat Bersama Kita Bisa

HUT PPNI Ke-47, Perawat Nagekeo Kuat, Masyarakat Sehat, Bersama Kita Bisa

Perawat Indonesia Tangguh Masyarakat Sehat Bebas Covid-19. (Foto: Dok. PPNI Nagekeo)

Penulis: Redaksi

MBAY, FLORES, SUARAUMAT.com - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-47 yang jatuh pada 17 Maret 2021, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Nagekeo, NTT menggelar talkshow bertema "Perawat Indonesia Tangguh Bebas dari Covid-19, Masyarakat Sehat" pada Selasa (16/03/2021).

Dalam kegiatan yang digelar di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo tersebut, dihadiri oleh utusan pengurus PPNI dari kecamatan. Acara dipandu Maria Herlindawati Sere dan Ira Bela dengan pengarah acara Yeana Fiorola Ire.

Talkshow HUT PPNI ke-47 di Nagekeo /Dok. PPNI 

Sebagai pembicara utama dalam kegiatan talkshow ini, Ketua DPD PPNI Nagekeo Sumiyati Hasan, Amd., Kep didampingi Aprilia sebagai perawat Covid di RS Aeramo dan Florentina Dhue So'o sebagai perawat COVID-19 di Puskesmas Nangaroro di daerah perbatasan Ende dan Nagekeo. 

Ketua DPD PPNI Nagekeo mengatakan, PPNI Nagekeo dibentuk pada 20 Mei 2016 pada Musyawarah Daerah (Musda) pertama di Nagekeo, setelah pemekaran kabupaten Nagekeo dari kabupaten Ngada. Menurut Sumiyati, PPNI memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan profesionalisme anggota perawat.

HUT PPNI Ke 47  Perawat Nagekeo Kuat Masyarakat Sehat Bersama Kita Bisa /Dok. PPNI Nagekeo

Di HUTnya, para perawat menceritakan soal suka duka profesi seorang tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas mulianya di masa pandemi Covid-19 ini termasuk merawat orang yang sudah terkonfirmasi positif virus Corona.

Tin So’o, perawat pasien Covid-19 di perbatasan Ende-Nagekeo dari UPTD Puskesmas Nangaroro mengungkapkan pandemi Covid-19 saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya selaku tenaga kesehatan.

"Sebagai seorang perawat yang juga memilki tugas tambahan sebagai promosi kesehatan di sini saya merasa ditantang dengan keadaan seperti ini. Ketika pandemi ini mulai masuk ke Nagekeo, kami bersama ibu Kapus (Kepala Puskesmas) mulai menjalin kerjasama lintas sektor dengan unsur Tripika. Sebelum membangun posko kami bersama unsur Tripika bergandengan tangan bersmaa PKK melakukan sosialisasi dan edukasi ke desa-desa, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak Covid," tutur Tin saat tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Talkshow tersebut.

HUT PPNI Ke 47  Perawat Nagekeo Kuat Masyarakat Sehat Bersama Kita Bisa /Dok. PPNI Nagekeo

Menurut Tin, saat melakukan sosoialasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 tentu punya kesulitan juga sekaligus tantangan yang dihadapi.

"Dalam pelaksanaanya tentu saja tidak terlepas dari suka duka. Awalnya kita membangun Posko tentu menimbulkan pertanyaan di masyarakat, untuk apa sih posko ini dibangun? Dan ini menjadi tugasnya kami menjelaskan ke masyarakat tujuanya apa," jelas Tin.

Selain itu, kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker dan menghindari kerumunan yang masih tergolong minim, tentu saja menjadi kendala tersendiri bagi tenaga kesehatan.

Apriliani perawat yang bertugas di ruang Isolasi RSD Aeramo juga mengungkapkan curahan hatinya.

"Kalau sukanya itu kami memberikan asuhan keperawatan yang semua teman dapat. Covid ini kan baru, jadi ada sesuatu yang berbeda dan ini menjadi tantangan tersendiri. Menjadi suatu kebanggaan ketika sudah selesai melakukan penanganan terhadap pasien," ungkap Apriliani.

Sedangkan duka yang dialaminya selama merawat pasien Covid adalah saat memakai Alat Pelindung Diri (APD) level tiga, mereka harus menahan rasa haus dan lapar selama beberapa jam.

Sumiyati menjelaskan, perawat yang terpilih sebagai pengurus PPNI harus profesional, yang berkualitas sehingga dapat tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi oleh sesama perawat di Nagekeo.

HUT PPNI Ke-47  Perawat Nagekeo Kuat Masyarakat Sehat Bersama Kita Bisa /Dok. PPNI Nagekeo

Anggota PPNI sendiri terdiri dari seluruh perawat baik yang bekerja di fasilitas pemerintah maupun swasta. 

Saat ini, ada sekitar 400 perawat yang terdaftar dalam registrasi anggota perawat. Ini belum termasuk perawat yang baru lulus dan belum mendaftar. Semua keanggotaan didaftarkan oleh sistem.

Sumiyati juga berharap pada Dies Natalis ke-47 ini, pengurus dan anggota PPNI lebih giat lagi dalam kepengurusan karena menurutnya organisasi ini dibentuk untuk menghasilkan anggota yang berkualitas, sehingga mampu memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat.

"Bagi pemerintah, kita berharap PPNI tidak berjalan sendiri, harus selalu bersinergi, bekerja sama dan kedepannya PPNI terus membangun komunikasi dengan pemerintah dalam pembangunan kesehatan di Nagekeo," ujarnya.

Soal kesejahteraan perawat, menurut Sumiyati, sebagai aparatur sipil negara bekerja dan bernaung dalam regulasi, ia berharap tetap mengikuti regulasi yang ada. 

Yang penting dalam hal ini perawat harus menunjukkan kinerja secara profesional, terutama di masa pandemi ini agar masyarakat Nagekeo bebas dari Covid-19. 

Bagi masyarakat umum, keluarga besar PPNI Nagekeo menghimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mematuhi 5M dan meningkatkan pola hidup bersih sehat sejalan dengan gerakan masyarakat sehat (Germas) guna menghindari penularan COVID-19.

Ucapan terima kasih

Unggahan foto-foto HUT PPNI ke-47 tgl 17 Maret 2022 di akun sosial media Ketua DPD PPNI Kab. Nagekeo ditulis ulang oleh redaksi Suaraumat.com

"Perawat Bersama Rakyat, Sehatkan Bangsa, Bebas dari Covid 19.
Saya atas nama Keluarga Besar Perawat Nagekeo, mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan dan partisipasi bapak ibu dengan caranya masing-masing sehingga kami dapat menyelenggarakan kegiatan HUT kami (PPNI) dengan baik dan lancar. 


Ucapan terima kasih kami berikan untuk Bapak BUPATI Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan jajarannya selaku Pemerintah Daerah Nagekeo, para Camat, Kepala Puskesmas, Organisasi Profesi seluruh Kabupaten Nagekeo, ormas dan LSM, Kepala Desa (Kades) Wudu dan SDI Wudu, Kades Ngegedhawe, SDI Pu'unage, RRI Ende, dan yang terkasih seluruh anggota perawat Kabupaten Nagekeo. Kami tidak bisa berjalan sendiri dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan tanpa dukungan dan doa kalian semua. 

Perawat Nagekeo Kuat, Masyarakat Sehat...!
Bersama Kita Bisa...!

Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH