Jelang bulan suci Ramadan, warga Gunung Kramat Sukabumi gelar ritual ini

Di tahun 2022 ini, tradisi Papajar dilaksanakan di penghujung bulan Nisfu Sya’ban oleh Pemerintah Desa (Pemdes) dan Masyarakat Desa Gunung Kramat.

Sajikan Seribu Tumpeng, Masyarakat dan Pemdes Gunung Kramat, Cisolok Sukabumi, Jawa Barat Tingkatkan Rasa Syukur dan Silaturahmi.
Sajikan Seribu Tumpeng, Masyarakat dan Pemdes Gunung Kramat, Cisolok Sukabumi, Jawa Barat Tingkatkan Rasa Syukur dan Silaturahmi. (Foto: Dok. Istimewa)

----------------------

SUKABUMI, SUARAUMAT.com - Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman budaya, suku, bahasa dan agama. Inilah yang membuat hidup menjadi indah. Sepanjang perjalanan Indonesia senantiasa diwarnai dengan tradisi yang bertahan sampai saat ini. 

Salah satunya di Desa Gunung Kramat Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang rutin mengadakan acara Tasyakuran menjelang bulan suci Ramadan.

Dibawah kepemimpinan Jari Subaeta, Desa Gunung Kramat terus didorong menuju Desa Wisata yang berbudaya dengan menyelaraskan nilai-nilai budaya dan religi menuju desa wisata.

Di tahun 2022 ini, tradisi Papajar dilaksanakan di penghujung bulan Nisfu Sya’ban oleh Pemerintah Desa (Pemdes) dan Masyarakat Desa Gunung Kramat.

Acara tersebut dihelat pada Sabtu 26 Maret 2022 di Lapangan Depan Kantor Desa Gunung Kramat. Selain warga sekitar, berbagai tamu undangan juga hadir, acara berjalan dengan disiplin protokol kesehatan.

Papajar sendiri merupakan tradisi daerah yang menjadi kebiasaan atau rutinitas pada waktu-waktu tertentu.

"Ini Tasyakuran untuk menyambut bulan suci Ramadan tahun 2022 ini, sekaligus memperingati momentum Isro Mi’raj, yang harusnya Februari kemarin, kita satukan hari ini, yang terpenting adalah kita meninggalkan kualitas rasa bersyukur kita kepada Sang Pencipta dan terus pererat silaturahmi antar sesama," ujar Jari Subaeta saat dikonfirmasi media, Sabtu 26 Maret 2022.

Acara budaya dan agama tersebut mengusung tema ‘Menyelaraskan Nilai Budaya dan Religi Menuju Desa Wisata’.

Jari Subaeta juga menginformasikan bahwa ada beberapa acara akan digelar selama kegiatan Tasyakuran ini.

"Kami adakan Thafiz Qur’an sedesa Gunung Kramat serta gelar Seribu Tumpeng ini, berkat kelompokan dan keguyuban warga masyarakat," jelasnya.

Masih kata Jari Subaeta, dalam acara seperti ini tentunya akan terus terpupuk nilai-nilai persaudaraan, persahabatan, kebersamaan, serta nilai-nilai luhur sosial budaya kita.

"Banyak hikmah dan nilai kebaikan yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan Alhamdulillah dengan adanya acara ini juga adalah merupakan perwujudan kebersamaan warga masyarakat di Desa Gunung Kramat sebagai bukti kuat menjaga persatuan dan persaudaraan," jelasnya.

Pewarta: Kun II Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH