Jokowi: Indonesia mampu menjadi Negara terdepan dalam pengurangan emisi CO2

Jokowi: Indonesia mampu menjadi Negara terdepan dalam pengurangan emisi CO2, Presidensi G-20 merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia

Saya ingin tegaskan kembali, kendaraan listrik adalah bagian dari desain besar transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan, ketergantungan kita pada bahan bakar fosil semakin tinggi dan sampai sekarang pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak, tahu semuanya masih impor,"
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kiri) mengisi daya mobil listrik saat peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging di Central Parking Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat, 25 Maret 2022. (Foto: Facebook @Jokowi)
---------------

NUSA DUA, BALI, SUARAUMAT.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan ultra fast charging di Bali, Jumat (25/3/2022). SPKLU ini merupakan yang pertama di Indonesia dan dibangun untuk kepentingan KTT G-20 yang akan diselenggarakan di Bali pada November 2022.

"Di Central Parkir ITDC Nusa Dua, Bali, siang ini, saya meresmikan peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging pertama di Indonesia. Ultra fast charging ini mengisi daya kendaraan listrik sangat cepat, kurang dari 30 menit untuk satu kendaraan," tulis Jokowi dalam akun Facebook Presiden Joko Widodo @Jokowi, seperti dikutip Suaraumat.com.

Jokowi mengatakan, Presidensi G-20 merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk menunjukkan berbagai komitmennya dalam mengurangi emisi CO2, melalui penggunaan mobil listrik selama KTT G-20. 

"Sekaligus sebagai showcase bahwa negara kita, negara indonesia, menjadi negara terdepan dalam pengembangan kendaraan listrik,” ujar Jokowi.

Menurut Kepala Negara, kemampuan Indonesia untuk menjadi negara terdepan dalam pengurangan emisi CO2, semuanya harus ditampilkan mulai dari hulu, seperti di industri baterai dan industri komponen lainnya. Kemudian, hilirisasi dalam penyiapan stasiun kendaraan listrik umum atau SKPLU dan pengisian POM.

"Kita tunjukkan kepada dunia bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tumbuh dan berkembang pesat," kata Jokowi.

Untuk mendukung KTT G-20, Jokowi mengaku senang melihat PLN telah menyiapkan 60 SPKLU ultra fast charging berkapasitas 200 kilowatt.

"Perusahaan Listrik Negara sendiri telah mempersiapkan 60 SPKLU Ultra Fast Charging 200 KW dan 150 titik fasilitas home charging yang akan dipergunakan oleh seluruh delegasi dalam mendukung pelaksanaan KTT G20 di Bali, pada November mendatang," ungkap Jokowi.

Jokowi mengatakan, pengisian daya sangat cepat tersebut memiliki berbagai keunggulan. Salah satunya, pengisian daya hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk satu kendaraan. Distribusi beban bersifat dinamis, sehingga mempercepat pengisian daya kedua mobil listrik saat diisi secara bersamaan.

Jokowi menekankan pentingnya mewujudkan kemandirian energi. 

"Saya ingin tegaskan kembali, kendaraan listrik adalah bagian dari desain besar transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan, ketergantungan kita pada bahan bakar fosil semakin tinggi dan sampai sekarang pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak, tahu semuanya masih impor," ujarnya.

Pewarta: Kun II Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH