Napoleon mau jumpa Pendeta Saifuddin Ibrahim: "Tidak akan saya aniaya, paling ku jilat saja dia"

"Kalau perlu pertemukan dengan saya lagi. Jangan khawatir, tidak akan saya aniaya, paling ku jilat saja dia," kata Napoleon usai sidang di Pengadilan

Irjen Napoleon Bonaparte (kiri) dan Pendeta Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses (kanan) /Kolase Foto: Suaraumat.com/Kun

JAKARTA, SUARAUMAT.com - Di sela-sela menjalani persidangannya, Irjen Napoleon Bonaparte membuat kabar yang mengejutkan publik. 

Terdakwa kasus penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama dan ujaran kebencian Muhammad Kace itu mengaku, ingin berjumpa dengan Pendeta Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses.

Menurut tersangka tindak pidana pencucian uang itu, Saifuddin Ibrahim tidak jauh beda dengan Muhammad Kace yang merusak keyakinan umat beragama.

"Kalau perlu pertemukan dengan saya lagi. Jangan khawatir, tidak akan saya aniaya, paling ku jilat saja dia," kata Napoleon usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/3).

Jenderal polisi kelahiran 26 November 1965 itu pun mengapresiasi sikap dari Menkopolhukam Mahfud MD. Menurut Napoleon, sikap Mahfud untuk menindak Saifuddin sudah tepat.

Lihat juga: Buru Pendeta Saifuddin Ibrahim, Bareskrim gandeng FBI

Penista agama, kata Napoleon, harus segera diberikan tindakan tegas menurut hukum. Sebab, jika tidak, dapat mengganggu masyarakat dengan ucapannya yang kontroversial.

Napoleon melihat apa yang diucapkan oleh Saifuddin lebih berat ketimbang Muhammad Kace.

"Untung ada Pak Mahfud MD yang segera memerintahkan menangkap pertanggungjawabkan secara hukum kalau tidak, kita pecah," ucap Napoleon.

Sebelumnya, Napoleon kembali ramai diperbincangkan usai diduga melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kace. 

Kasus ini telah dilaporkan ke Bareskrim Polri dan teregistrasi dengan Nomor: LP: 0510/VIII/2021/Bareskrim, tertanggal 26 Agustus 2021.

Penganiayaan yang dilakukan Napoleon terhadap Muhammad Kace dikabarkan terjadi di Rutan Bareskrim Polri. Keduanya merupakan sesama tahanan Rutan Bareskrim Polri atas kasus berbeda.

(Red/Sum)

COMMENTS

BEST MONTH