Pangdam XII/Tanjungpura Bicara Strategi Pengamanan Perbatasan Kalbar Sebagai Penyangga Ibu Kota Negara

"Terdapat sepanjang kurang lebih 370 Kilometer perbatasan kita yang tidak terjaga oleh TNI. Tidak ada sama sekali Pos Pamtas di sepanjang batas ini.


Mayjen TNI Sulaiman Agusto bicara strategi pengamanan Kalbar sebagai penyangga ibu kota negara IKN. (Foto: Dok. Pendam XII Tanjungpura)

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Sulaiman Agusto, S.I.P., M.M., -"Terdapat sepanjang kurang lebih 370 Kilometer perbatasan kita yang tidak terjaga oleh TNI. Tidak ada sama sekali Pos Pamtas di sepanjang batas ini. Hal tersebut sangat memungkinkan terjadinya potensi pencurian kekayaan sumber daya alam kita."

KUBU RAYA, KALBAR, SUARAUMAT.com – Bertempat di Ruang Rapat Puskodalopsdam XII/Tanjungpura, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Sulaiman Agusto, S.I.P., M.M., menjadi narasumber webinar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Doktor Ilmu Manajemen Universitas Tanjungpura (Himadim Untan). 

Pangdam menyampaikan materi tentang, "Strategi Pengamanan Perbatasan di Kalimantan Barat dan Perkiraan Ancaman dan Penanganan di Wilayah Kodam XII/Tpr Sebagai Penyangga Ibu Kota Negara".

Selain Pangdam, ada dua narasumber lain diantaranya, Wakil Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Kadis Perindag dan ESDM Provinsi Kalbar, Syarif Kamaruzaman dan Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Sampe L. Purba. Seminar secara virtual ini diikuti para mahasiswa program S3 Ilmu Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untan.

Webinar yang berlangsung Selasa malam ini mengangkat tema, "Optimalisasi Manajemen Potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Ekonomi Kalimantan Barat Guna Mendukung Kedaulatan Energi Dalam Perspektif Ketahanan Regional Kalimantan Sebagai Ibu Kota Negara".

Mayjen TNI Sulaiman Agusto bicara strategi pengamanan Kalbar sebagai penyangga ibu kota negara IKN. (Foto: Dok. Pendam XII Tanjungpura)

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Sulaiman Agusto saat memberikan materi menyampaikan, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia khususnya di Kalbar memiliki potensi ancaman yang cukup kompleks, baik dari geografi, demografi, kondisi sosial serta potensi ancaman sumber daya alam dan sumber daya buatan.

Diantaranya, masih terjadi kegiatan ilegal di perbatasan seperti human trafficking, ilegal logging, ilegal mining, ilegal fishing, narkotika dan sebagainya. Selain itu, potensi ancaman yang masih sering terjadi adalah penggeseran patok batas negara dan adanya blank area di wilayah perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu.

"Terdapat sepanjang kurang lebih 370 Kilometer perbatasan kita yang tidak terjaga oleh TNI. Tidak ada sama sekali Pos Pamtas di sepanjang batas ini. Hal tersebut sangat memungkinkan terjadinya potensi pencurian kekayaan sumber daya alam kita," kata Mayjen TNI Sulaiman Agusto.

Selanjutnya Pangdam menyampaikan, untuk mengamankan wilayah perbatasan, Kodam XII/Tpr selaku Komando Operasi selama ini telah menggelar kekuatan di wilayah perbatasan Kalbar. Baik Satgas Udara, Laut dan Darat. Untuk wilayah darat Kodam XII/Tpr menggelar dua Batalyon untuk melaksanakan operasi Satgas Pamtas, kemudian 5 Kodim di wilayah perbatasan melaksanakan operasi sebagai Satgas Teritorial.

Mayjen TNI Sulaiman Agusto mengatakan, adapun strategi pengamanan perbatasan yang dilakukan oleh Kodam XII/Tpr diantaranya, mendukung pembangunan infrastruktur di Kalbar. 

Karena selain dimanfaatkan untuk publik kemajuan infrastruktur juga dapat dimanfaatkan untuk pertahanan. Seperti pembangunan bandara di Singkawang, pelabuhan internasional Kijing, jalan tol Pontianak-Mempawah, PLBN Nanga Bayan, Jagoi Babang dan Paloh, JIPP dan Jalan Administrasi serta pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan terminal barang ekspor/impor di kawasan perbatasan.

Mayjen TNI Sulaiman Agusto bicara strategi pengamanan Kalbar sebagai penyangga ibu kota negara IKN. (Foto: Dok. Pendam XII Tanjungpura)

Untuk eksternal, Kodam XII/Tpr juga mendorong kepada Komando Atas dan Pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan satuan baru di Kalbar, seperti; Pangkalan Udara TNI AD di Kab. Sintang yang pengkajiannya oleh Puspenerbad; pembangunan Pos TNI AL di sepanjang sungai di perbatasan RI-Malaysia; pembangunan ekonomi di perbatasan yang pengkajiannya oleh WANTANNAS RI dan Staf Khusus Presiden RI; dan mendorong terwujudnya kemandirian BNPP RI, sehingga lebih fokus membangun daerah perbatasan dan mendorong penyelesaian Outstanding Boundary Problems (OBP).

 (Pendam XII/Tpr) II Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH