Rabu Abu 2022: Sikap hidup terbuka kepada Tuhan, dan berbaliklah kepadaNya

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa

RD Edwin Ticoalu memimpin Misa Rabu Abu. (Foto: Konradus Pfedhu/Suaraumat.com)
DEPOK, SUARAUMAT.com - Pada hari ini, Rabu (2/3/2022), umat Katolik di seluruh dunia memperingati Rabu Abu atau Ash Wednesday. Tidak terkecuali umat Paroki Santo Thomas Kelapa Dua, Cimanggis Depok Jawa Barat. 

Misa Rabu Abu dimulai pukul 5.30 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan secara baik dan benar. Usia umat yang hadir pun dibatasi mulai dari 11 tahun sampai 60 tahun. Jadi tidak ada anak-anak dan lansia.

Misa berjalan dengan tertib sesuai prokes dan dimonitor langsung oleh satgas Covid-19. Romo Diosesan (RD) Stefanus Edwin Ticoalu memimpin perayaan Rabu Abu di Gereja Santo Thomas Kelapa Dua yang berada di Kompleks Brimob itu.

"Berbaliklah kepada Tuhan Allahmu sebab ia kasih dan penyayang. Camkanlah itu hari ini adalah hari penyelamatan," ujar Romo Edwin dalam khotbahnya.

Sedangkan bacaan Injil diambil dari Injil Mateus, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan mereka...Apabila kamu berpuasa janganlah muram mukamu seperti orang munafik...

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu; Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Matius 6 : 16 – 18).

"Adalah hal yang jamak di zaman ini hampir semua orang mempertontonkan apa yang mereka lakukan di sosial media agar dilihat orang. Begitu juga dengan hal-hal sedekah," ujar RD Edwin dari atas mimbar. 

Misa berakhir dengan pemberian abu kepada umat yang hadir dan langsung menuju pintu keluar dengan teratur. 

Rabu Abu adalah hari pertama masa Prapaskah, yang menandai awal masa tobat 40 hari sebelum Paskah.

Abu adalah tanda pertobatan. Alkitab menceritakan tentang abu sebagai tanda pertobatan, misalnya pada pertobatan Niniwe.

Di atas segalanya, diingatkan bahwa umat-Nya diciptakan dari debu tanah dan suatu hari mereka akan mati dan kembali menjadi debu.

Karena itu, ketika menerima abu di gereja, mereka akan mendengar kata-kata dari Romo.

"Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil" atau "Kamu adalah debu dan kamu akan kembali ke debu."

Galeri foto Misa Rabu Abu Gereja Santo Thomas, Kelapa Dua, Depok:

Umat diwajibkan scan Pedulilindungi dan pemeriksaan suhu tubuh. (Foto: Konradus Pfedhu/Suaraumat.com)

Pembatasan jumlah umat yang hadir oleh karena itu harus dilakukan pengecekan daftar hadir. (Foto: Konradus Pfedhu/Suaraumat.com)
Pewarta: Konradus Pfedhu II Editor: Konradus Pfedhu

COMMENTS

BEST MONTH