Stunting di Timor Tengah Selatan 48,3 persen, tertinggi di NTT bahkan di Indonesia

Stunting di Timor Tengah Selatan 48,3 persen, tertinggi di NTT bahkan di Indonesia, Jokowi targetkan turun sampai 14 persen di 2024

Presiden Joko Widodo meninjau program percepatan penurunan stunting di Desa Kesetnana, Timor Tengah Selatan (TTS), NTT. (Foto: Facebook Presiden Joko Widodo @Jokowi)

SOE, SUARAUMAT.com - Pemerintah menargetkan prevalensi stunting atau kekerdilan pada tahun 2024 berada di bawah 14 persen. 

Saat meninjau program percepatan pengurangan stunting di Desa Kesetnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) Kamis 24/32022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan target ini harus menjadi perhatian seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

"Saya minta seluruh gubernur, bupati, wali kota di seluruh Tanah Air juga akan saya sampaikan hal yang sama bahwa jangan sampai target angka 14 persen itu luput, harus tercapai," ujar Jokowi.

Kepala Negara juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). 

Lihat juga: Presiden Jokowi Tinjau Sumur Pompa Hidram di Desa Oinlasi, TTS Timor NTT

Menurutnya, kegiatan terkait stunting, seperti pendampingan calon pengantin sebelum menikah, harus dilakukan.

"Karena belum tentu semua pengantin itu tahu meskipun punya uang banyak tapi kalau enggak tahu apa yang harus dilakukan, disiapkan, itu bisa jadi keliru juga," tambah mantan Gubernur DKI Jakarta, seperti dilansir dari presiden.go.id.

Selain itu, Jokowi menjelaskan, pemerintah juga akan melakukan intervensi terhadap gizi anak, kondisi rumah, dan ketersediaan air. 

Intervensi tersebut, lanjut Jokowi, perlu dilakukan secara terintegrasi oleh semua pihak agar target 14 persen pada 2024 tercapai.

Lebih lanjut menurut mantan Wali Kota Solo, tanpa kerja terpadu dari pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan seluruh masyarakat akan sangat sulit mencapai target yang telah ditentukan.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjelaskan, kegiatan hari ini akan disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi tentang masalah stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan. 

Hasto berharap kehadiran Presiden Jokowi akan memberikan motivasi untuk bekerja lebih keras dalam menurunkan angka stunting di NTT.

"Kami berharap kehadiran Bapak Presiden ini menjadi motivasi bagi kami semua yang ada di NTT dan juga bagi tim percepatan penurunan stunting untuk lebih, kerja lebih keras lagi," ungkap Hasto.

Presiden Joko Widodo meninjau program percepatan penurunan stunting di Desa Kesetnana, Timor Tengah Selatan (TTS), NTT. (Foto: Tangkapan layar BPMI Setpres/Laily Rachev)

Berdasarkan data BKKBN, Desa Kesetnana merupakan gambaran dari 278 desa di Kabupaten TTS yang memiliki prevalensi stunting yang tinggi. 

Bahkan, angka prevalensi stunting di Kabupaten TTS menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) mencapai 48,3 persen, tertinggi di NTT bahkan Indonesia.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Ketua DPRD TTS Marcu Buana Mbau, dan Wakil Bupati dari TTS Jhony Army Konay.

Pewarta: Kun II Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH