Tagar Bubarkan IDI menggema di jagat maya, buntut pemecatan Dokter Terawan

dr. Terawan dipecat atau dikriminalisasi? Apakah dr Terawan melakukan malpraktek? Jelas Tidak! Apakah ada korban dari terapi Brain Washing dr Terawan?

Mantan Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) saat prosesi Pengukuhan Guru Besar di Aula Merah Putih, Universitas Pertahanan, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/1/2022). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

JAKARTA, SUARAUMAT.com - Kabar mengejutkan terkait mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Dokter Terawan Agus Putranto yang dipecat dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pemecatan ini menuai protes keras masyarakat.

Diberitakan bahwa sejumlah pihak menganggap langkah IDI memecat Terawan sebuah arogansi dan tidak proporsional.

Pasca IDI mengumumkan pemecatan Terawan, Sabtu (26/3/2022) kemarin, netizen dan sejumlah tokoh menyatakan dukungan dan testimoninya terhadap mantan Menkes tersebut.

Bahkan, di media sosial Twitter terpantau para netizen ramai-ramai menyuarakan protesnya itu dengan hashtag #bubarkanIDI. Tagar itu diketahui sebagai bentuk dukungan terhadap dokter Terawan.

Para netizen menduga IDI tidak pro terhadap sejumlah inovasi di bidang kesehatan yang dilakukan Terawan selama ini, seperti terapi cuci otak dan vaksin nusantara.

Keduanya menjadi faktor utama Terawan dipecat dari keanggotaan IDI yang dinilai telah melanggar kode etik profesi dokter.

Lihat juga: Dokter Terawan dipecat IDI, Anggota Komisi IX DPRI ramai-ramai membela

Padalah, netizen menilai inovasi kesehatan dokter Terawan itu berguna bagi Indonesia, khususnya masyarakat yang membutuhkan pengobatan tersebut.

Seorang netizen @lase_dhanil mengungkapkan kekecewaannya. Menurut dia, sebaiknya izin kesehatan sepenuhnya diambil alih oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tidak perlu lagi melalui IDI.

Dia juga menyerukan agar IDI dibubarkan saja. "Betul lebih bagus #bubarkanIDI dan biarkan Kemenkes mengambil alih segala izin untuk bidang kesehatan, yang membuat negara kita masih tertinggal atau terhambat berkembang dikarenakan masih ada organisasi yang mengambil alih aturan tentang perilaku NKRI di luar kewenangan pemerintah," ujarnya dikutip Suaraumat.com, Minggu (27/3/2022).

Netizen lain menduga dokter Terawan dikriminalisasi oleh IDI. Sebab, menurutnya, selama ini dokter Terawan tidak pernah melakukan malpraktik dan tidak ada juga korban dari terapi cuci otaknya. Dia menilai alasan pemecatan Terawan tidak logis.

"dr. Terawan dipecat atau dikriminalisasi? Apakah dr Terawan melakukan malpraktek? Jelas Tidak! Apakah ada korban dari terapi Brain Washing dr Terawan? Juga Tidak! Apakah Vaksin Nusantara bermasalah? Juga Tidak! Alasan pemecatannya jelas tidak logis!" terang akun Twitter @Lady_Zeebo, Minggu (27/3/2022).

Pewarta: Kun II Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH