Teknologi Smart Farming Drip Irrigation System hasilkan panen perdana cabe rawit

Panen perdana cabe rawit di kebun irigasi tetes smart farming yang dikelola kelompok petani milenial Moeda Tani Farm (MFT) Maumere, Kabupaten Sikka,

Cabe rawit kelompok tani Moeda Tani Farm. (Foto: Tangkapan layar Youtube Ebed de Rosary)

MAUMERE FLORES, NTT, SUARAUMAT.com - Panen perdana cabe rawit di kebun irigasi tetes smart farming yang dikelola kelompok petani milenial Moeda Tani Farm (MTF) Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT.

Kelompok Tani, Moeda Tani Farm diketuai Yance Maring dan beranggotakan lima orang yaitu, Hando Amando, alumni Arava International Center for Agriculture Training (AICAT) Israel dibantu Petrus Evrosius Nong Alan dan dua alumni sekolah pertanian di Jepang,

Setelah menimba ilmu pertanian di Israel dan Jepang, mereka memakai lahan kosong milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka untuk dimanfaatkan.

Panen perdana cabe rawit Moeda Tani Farm Maumere. (Foto: Tangkapan layar Youtube Ebed de Rosary)

Hasilnya, panen perdana cabe rawit dengan teknologi Smart Farming Drip Irrigation System atau irigasi tetes yang tersebar di 40 bedeng, dengan populasi ribuan tanaman.

"Ini panen perdana dari populasi tanaman 8270 tanaman, untuk sementara yang baru dipanen dengan volume 3000 tanaman di lahan Moeda Tani Farm," ujar Petrus Evrosius Nong Alan, Manajer Lapangan Moeda Tani Farm, dikutip dari Chanel Youtube Ebed de Rosary.

Lebih lanjut, Nong mengatakan, pihaknya menaman lombok atau cabe jenis rawit sebanyak 40 bedeng, dengan populasi per bedeng 210 tanaman. 

"Sedangkan lombok besar baru 5800 tanaman di 30 bedeng dengan populasi per bedeng 216 tanaman per bedeng," ungkapnya.

Kebun irigasi tetes smart farming kelompok tani Moeda Tani Farm Maumere. (Foto: Ebed de Rosary)

Cabe rawit bisa dipanen 2 hari sekali, dan akan menyerap tenaga kerja tapi menunggu matangnya banyak. 

"Ya memang hitungan kita sementara masih dengan tenaga yang ada, kalau ke depannya populasi masaknya semakin banyak, jelas kita akan menambah tenaga kerja," jelas Nong Alan.

"Kebun ini canggih karena menggunakan tekonologi irigasi tetes smart farming. Selang irigasi tetes saja impor dari Cina. Mereka terapkan teknologi karena ada 2 anak muda Yance dan Andos belajar di Israel," kata Ebed dalam keterangan tertulis yang diterima Suaraumat.com Selasa (8/3/2022).

Ebed menambahkan, penyiraman dan pemupukan dikendalikan dengan telepon genggam android melalui aplikasi. Lahan 5 hektar untuk menggerakan mesin pompa tenaga listriknya digunakan panel surya. 

Kebun cabe rawit irigasi tetes smart farming kelompok tani Moeda Tani Farm Maumere. (Foto: Ebed de Rosary) 

Diketahui, kelompok tani, MTF menerapkan teknologi Smart Farming Drip Irrigation System yang dilengkapi sensor tanah sensor NPK, PH, kelembapan, suhu, water flow, water level, TDS dan prakiraan cuaca yang sudah diatur dalam aplikasi. 

Dari aplikasi itu, bisa mengevaluasi tanaman. Mana yang harus diperbaiki dan mana yang harus dikembangkan lagi tanaman tersebut. Jadi sudah ada aplikasinya. Prinsip aplikasi itu bisa menyimpan data perkembangan tanah dan tanaman setiap saat.

Pewarta: Kun II Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH