Volodymyr Zelensky menangis di catatan kaki Putin

Spekulasi Volodymyr Zelensky mempropaganda, mensuarkan kontra antirudal, mengajak agar negara-negara tetangga memunguti sampah-sampah reaktor limbah

Perang Rusia - Ukraina sebuah pesan penting dari Rusia bagi AS dan NATO sekutunya, bahwa dunia ini harus ada keseimbangan. (Kolase foto: Kun/Suaraumat.com)

Penulis: Agung Puguh Ristanto, Seniman

SUARAUMAT.com - Saya terlalu banyak melihat kemerdekaan, kebebasan dan kebudayaan di era digitalisasi saat ini.

Saya tersentak ketika media memberitakan sesuatu yang terbang rendah dan lambat mungkin helikopter menjatuhkan ledakan “pengeboman” pusat pembangkit listrik nuklir terbesar di Eropa Zaporizhia, Ukraina.

Kita tidak bisa langsung menilai kebenaran “obyektif” dari video yang dirilis relevan dengan deskripsi. 

Spekulasi Volodymyr Zelensky mempropaganda, mensuarkan kontra antirudal, mengajak agar negara-negara tetangga memunguti sampah-sampah reaktor limbah pengeboman atau membuat kotak gema satu atau propaganda lainnya.

Revolusi sosial

Ngak...ngak...ngak....!!!

Saya pikir ini bukan pengeboman seperti perlakuan Nazi terhadap Yahudi. Ini hanya “bom pintar “ yang dilakukan Rusia, meyakinkan pada dunia, mereka adil dan liberal dalam melawan pola NATO dengan “intervensi pertahanan” untuk demokrasi.

Apa yang dilakukan PUTIN, apa yang harus dimulai, yakni kemerdekaan adalah “olah raga politik”.

Baca juga: Analisis Singkat Tentang Krisis Rusia-Ukraina

Evolusi tidak bisa dihindarkan berkorelasi variasi, reproduksi dan seleksi alam. Radiasi seperti api yang cenderung menyebar. Namun hakim yang obyektif secara tegas tidak bisa mengabaikan pelanggaran aturan internasional, atau apakah Anda melihat seseorang menyusup ke sana? 

Dunia tidak butuh sertifikat kecerdasan sosial Anda, kita hanya bisa bersolidaritas sosial dengan HAM. Saya hanya mencoba melihat kenyataan yang bukan katanya. 

Dan Saya pikir saya harus bergegas ke Saturnus, untuk melihat keindahan dunia...

Ya ... saya hanya berpikir, merasakan, mengucapkan tanpa bertindak dengan jujur...

Tidak ada tiada dan ketiadaan, tidak ada kematian dan keabadian kemudian. Saya pikir Tuhan tidak pergi setelah menciptakan alam semesta, kapan lagi Dia datang, entah lah ?....

Mungkin Dia hadir sebagai hakim atau angin radiasi untuk evolusi, lalu mungkinkah orang-orang nanti bernapas tanpa angin? (*)

Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH