Amien Rais Nilai Kepemimpinan Jokowi Mengarah pada Demokrasi Palsu alias Bohong-bohongan

Ketua Dewan Syuro Partai Ummat, Amien Rais, kembali menyebut kepemimpinan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dalam kondisi paling berbahaya, bahkan

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mendeklarasikan berdirinya Partai Ummat, Kamis (29/4/2021).(YouTube.com/Amien Rais Official)
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mendeklarasikan berdirinya Partai Ummat, Kamis (29/4/2021). [YouTube.com/Amien Rais Official]

JAKARTA, SUARAUMAT.com -
Ketua Dewan Syuro Partai Ummat, Amien Rais, kembali menyebut kepemimpinan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dalam kondisi paling berbahaya, bahkan kritis.

Ia mengatakan Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi penuh dengan kontroversi. Bahkan, kata dia, bentuk pemerintahan Indonesia kini mengarah pada demokrasi semu atau bohong-bohongan.

"Kepemimpinan nasional yang memegang tanpun kepresidenan sejak Oktober 2014 dan dipilih lagi lewat pemilihan umum untuk legislatif dan Pilpres 2019 yang penuh dengan kontroversi telah membawa kita kepada demokrasi bohong-bohongan," kata Amien saat berpidato pada acara Milad 1 Tahun Partai Ummat di Jakarta, Minggu (17/4/2022).

Amien juga menyebut masa kepemimpinan Presiden Jokowi sebagai rezim Jokowi-Luhut. Menurutnya, masa kepemimpinan ini dihadapkan pada persoalan serius. Dia mengatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Pandjaitan telah kehilangan kemampuan untuk mengenali krisis, urgensi dan realitas/kenyataan.

Baca juga: Jokowi beri Bansos tambahan modal usaha pedagang pasar

Amien yang juga lulusan doktor dari Amerika Serikat itu menilai pernyataan Luhut tentang big data 110 juta rakyat Indonesia yang mendukung penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode itu konyol. 

Klaim Luhut sebelumnya diungkapkan melalui video di YouTube. Ia juga menepis tudingan sejumlah pihak yang meragukan validitas data, serta tudingan big data tidak benar.

Luhut bahkan sempat berdebat dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terkait big data. Sementara itu, Amien menganggap pernyataan Luhut sebagai halusinasi yang menjadikannya musuh publik nomor satu.

Kritik Amien mantan pendiri PAN terhadap rezim Jokowi bukan kali pertama. Sebelumnya, dia telah mengingatkan Presiden Jokowi dan Luhut untuk mundur dari jabatannya pada Oktober 2024.

"Duet Jokowi-Luhut yang saat ini menjadi simbol dan substansi rezim yang berkuasa saat ini bahwa sesungguhnya harus berakhir pada Oktober 2024," kata Amien mantan Ketua MPR itu seperti dikutip dari video yang diunggah akun YouTube Amien Rais Official, Sabtu (2/4/2022).

Penulis: Kun/Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH