BRIN: Pembangunan IKN harus memperhatikan kondisi sosial, budaya dan ekonomi masyarakat Kaltim

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengingatkan, pembangunan Ibu Kota NUSANTARA (IKN) harus memperhatikan kondisi

BRIN: Pembangunan IKN harus memperhatikan kondisi sosial, budaya dan ekonomi masyarakat Kaltim
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/1/2022). /Suaraumat.com/MIHARDO SAPUTRO

JAKARTA, SUARAUMAT.com -
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengingatkan, pembangunan Ibu Kota NUSANTARA (IKN) harus memperhatikan kondisi sosial, budaya, dan ekonomi penduduk Kalimantan Timur (Kaltim). Menurutnya, hal ini harus diperhatikan karena masyarakat Kaltim akan menjadi bagian dari IKN.

"Semua harus memperhatikan kondisi sosial budaya dan sosial ekonomi di areal Kalimantan Timur karena bagaimana pun juga di sana ada masyarakat lokal yang tentu akan menjadi bagian dari budaya baru Nusantara," kata Handoko dalam diskusi virtual bertajuk “Kesiapan Infrastruktur dan Perpindahan ASN ke IKN Awal 2024”, Kamis (14/4/2022).

Dengan budaya baru di IKN, Handoko juga mendorong semua pihak untuk bisa melakukan mitigasi agar masyarakat bisa saling bersinergi.

Baca juga: Pembangunan IKN disoroti media asing, ko bisa?

Selain itu, Handoko mengatakan pembangunan IKN juga akan membuat interaksi masyarakat semakin intens, termasuk warga dari berbagai suku. Menurutnya, interaksi ini akan berdampak positif. Misalnya, dampak penguatan pertumbuhan ekonomi.

Namun, kata Handoko, penting juga untuk meminimalisir dan memitigasi berbagai tantangan.

"Bagaimana membangun kulturalisme, tradisi, dan inklusivitas di sana, bagaimana perlindungan artefak-artefak, arkeologi, pasar lokal, ruang budaya,” jelas dia. “Juga bagaimana kita bisa melibatkan berbagai peran kelompok dan pemangku kepentingan dalam proses adaptasi dan integrasi sosialnya,” imbuh dia.

Penulis: Kun II Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH