Bupati Bogor Ade Yasin ditangkap KPK terkait suap, ICW: BPK tidak serius benahi internalnya

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menyuap tim audit dari Badan

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin alias Ade Yasin terjaring operasi tangkap tangan KPK. /Foto: Suaraumat.com/Mihardo Saputro

SUARAUMAT.com -
Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menyuap tim audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat (Jabar) agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Terkait penetapan tersangka tersebut, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai predikat WTP tidak menjamin suatu lembaga bebas dari praktik korupsi.

"Penting untuk diingat bahwa predikat WTP tidak menjamin bebas dari korupsi. Musabab penekanan yang diberikan oleh BPK adalah kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, ataupun laporan keuangan yang sudah sesuai dengan standar pelaporan keuangan negara," ujar Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Egi Primayogha dalam keterangan tertulis, diterima di Jakarta, Kamis (28/4/2022).

Egi menjelaskan, kasus korupsi kerap terjadi di daerah yang memiliki predikat WTP dari BPK. Ia melihat fenomena jual beli predikat WTP cenderung dilakukan untuk menjaga gengsi atau menipu masyarakat untuk menunjukkan bahwa suatu lembaga bersih dari praktik korupsi.

"Padahal belum tentu demikian. Jangan sampai publik keliru memahami itu," tutur Egi.

Egi juga menyoroti kasus korupsi terkait WTP dengan keterlibatan internal BPK yang berulang. Menurutnya, fenomena ini membuktikan bahwa instrumen pengawasan intern BPK gagal menjalankan fungsinya. Hal ini juga menunjukkan bahwa BPK tidak serius membenahi internal lembaganya.

"Padahal BPK adalah salah satu lembaga yang mestinya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi," ungkap Egi.

Ade Yasin dan tujuh orang lainnya diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap tersebut. Ade Yasin diduga menyuap empat pegawai BPK Jabar agar Pemkab Bogor mendapat predikat WTP tahun anggaran 2021.

Selain Ade Yasin, KPK juga telah menetapkan tersangka kepada Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Maulana Adam; Kasubdit Perbendaharaan Daerah BPKAD Kabupaten Bogor, Ihsan Ayatullah; dan PPK di Kantor PUPR Kabupaten Bogor, Rizki Taufik sebagai tersangka pemberi suap.

Sedangkan tersangka yang menerima suap adalah empat pegawai BPK Jabar, yakni Kasub Auditor Jabar III Anthon Merdiansyah; Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan; dan dua pemeriksa dari BPK perwakilan Jawa Barat atas nama Hendra Nur Rahmatullah Karwita dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah.

(Red/Sum/kf)

COMMENTS

BEST MONTH