Kemenkop dan UKM dorong digitalisasi Usaha Mikro di Kuningan Jawa Barat agar naik Kelas

Saat ini produk-produk dari usaha mikro di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, selain dipasarkan secara offline, juga harus dipasarkan secara online

Kemenkop dan UKM dorong digitalisasi Usaha Mikro di Kuningan Jawa Barat agar naik Kelas
Bimtek Perluasan Jaringan Pemasaran Usaha Mikro Melalui E-Commerce dan Bela Pengadaan LKPP. /Foto: Suaraumat.com/Mihardo Saputro

KUNINGAN, SUARAUMAT.com - Saat ini produk-produk dari usaha mikro di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, selain dipasarkan secara offline, juga harus dipasarkan secara online melalui berbagai marketplace.

Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKop UKM) Sutarmo, dalam sambutannya pada kegiatan Perluasan Jaringan Pemasaran Usaha Mikro melalui e-Commerce dan Bela Pengadaan LKPP di Kuningan, Rabu 13 April 2022, menyampaikan hal ini bertujuan agar produk yang ada saat ini, tidak dibanjiri produk dari luar negeri.

"Digitalisasi merupakan solusi pelaku UMKM agar dapat bertahan, bertumbuh dan berkembang di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19 yang telah dialami selama dua tahun belakangan ini," papar Sutarmo. 

Lebih lanjut Sutarmo mengatakan, strategi kemitraan dan tansformasi digital serta masuknya pelaku usaha mikro dalam rantai pasok nasional dan global merupakan kunci UMKM naik kelas.

Sutarmo menyampaikan kegiatan bimtek ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam strategi percepatan peningkatan PDN dan pemenuhan target 30 juta UMKM terdigitalisasi hingga tahun 2024. 

Kedua, merupakan pelaksanaan dari optimalisasi belanja Kementerian/Lembaga pemerintah sebesar 40% untuk produk dalam negeri, terutama produk UMKM-Koperasi dalam ekosistem pengadaan yang terintegrasi antara K/L/PD, dan Ketiga, memenuhi target 1 juta UMKM untuk masuk pada e-katalog LKPP harus tercapai pada tahun ini. 

Sementara itu, pencapaian target tersebut tidak dapat dicapai sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam mempercepat proses transformasi digital UMKM-Koperasi.

"Untuk itu, pelaku usaha mikro dituntut untuk siap berubah secara digital, serta terus lebih kompetitif dan berinovasi. Sehingga produk yang dihasilkan lebih berkualitas, baik dari segi produk, kemasan, bahkan branding," kata Sutarmo.

Dari sisi pencatatan keuangan, usaha mikro masih dituntut untuk adaptif dengan perkembangan teknologi. Dimana biasanya untuk mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan khususnya bank perlu dilakukan pencatatan laporan keuangan yang benar dan tepat.

"Untuk itulah dalam kegiatan ini juga akan diajarkan dan didampingi dalam penggunaan aplikasi yang sederhana yaitu Lamikro atau laporan keuangan bagi usaha mikro," tambah Sutarmo. 

Baca juga: Jokowi serahkan Bansos untuk tambahan modal usaha pedagang pasar di Cirebon

Momentum inilah bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap UMKM yang harus disikapi sebagai peluang ekonomi oleh pelaku usaha mikro, khususnya sektor kriya yang ada di Kabupaten Kuningan," pungkas Sutarmo. 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan  U. Kusmana, S. Sos, M. Si. dalam laporannya berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan kepada UMKM untuk bisa masuk dalam ekosistem digital dan siap untuk berubah digital serta untuk meningkatkan peran UMKM melalui Toko  Daring Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kuningan dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menjelaskan bahwa di Kabupaten Kuningan masih banyak pengusaha mikro yang belum memahami e -commerce untuk memasarkan produknya.

Terdapat kurang lebih 57.000 pelaku UMKM di Kabupaten Kuningan yang sebagian besar masih terkendala akses permodalan dan pemasaran.

Kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan memiliki peran penting dalam pemulihan ekonomi.

Salah satunya melalui kegiatan Bimtek Perluasan Jaringan Pemasaran Usaha Mikro melalui E-Commerce dan Bela Pengadaan LKPP yang dilakukan oleh KemenKopUKM dan kemudian Festival Ramadan pada tanggal 18-30 April 2022 oleh Koperasi, UKM, Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Kuningan.

Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH