M Kace divonis 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Ciamis Jawa Barat, terbukti menoda agama

Terdakwa dalam kasus dugaan penistaan ​​agama, Muhammad Kosman alias M. Kace, divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN)

M Kace divonis 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Ciamis Jawa Barat karena kasus penodaan agama
Muhammad Kace terdakwa kasus penodaan agama divonis 10 tahun penjara oleh Pengadilian Negeri Ciamis Jawa Barat, Rabu (6/4/2022). /ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI

CIAMIS, SUARAUMAT.com - Terdakwa dalam kasus dugaan penistaan ​​agama, Muhammad Kosman alias M. Kace, divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Ciamis, Jawa Barat, Rabu (6/4/2022).

Kace dinyatakan bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP (juncto) jo Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana tercantum dalam dakwaan primair.

"Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun," ujar Ketua Majelis Hakim Vivi Purnamawati yang kemudian diikuti takbir oleh tamu yang hadir di ruang sidang, PN Ciamis.

Lihat juga: Muhammad Kace dituntut 10 tahun penjara

Pengadilan menyatakan bahwa hukuman tersebut dipotong dari masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Kace. Menetapkan bahwa terdakwa tetap dalam tahanan atau tetap ditahan.

Hakim PN Ciamis Arpisol menjelaskan, M Kace sudah menjalani persidangan sekitar 10 kali, dan akhirnya divonis 10 tahun penjara. Sedangkan M Kace ditahan di Lapas Kelas IIB Ciamis.

Vonis tersebut sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejari Ciamis 10 tahun penjara.

JPU menuntut Muhammad Kace karena dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP subsidair melanggar Pasal 14 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kace juga sempat dianiaya oleh Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri, pada Agustus 2021 lalu. Selain dianiaya, Kace juga dilumuri tinja. 

Sedangkan kasus penganiayaan Kace tersebut saat ini sedang dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan tersangka Irjen Napoleon Bonaparte. 

Napoleon mengaku tidak takut dihukum dan juga tidak menyesal melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kace dengan alasan akidah.

"Yang Mulia, sebagai prajurit Bhayangkara, saya tidak pernah takut dihukum. Saya sekarang sudah menjalani hukum dan tidak pernah takut, apalagi menyesal dengan ini, karena itu demi akidah saya," ujar Napoleon dalam persidangannya, Kamis 24 Maret 2022. 

Lanjut, Napoleon mengaku tidak pedulikan akidah orang lain, menurut dia, kasus penistaan agama ini berbahaya untuk negara dan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. 

Napoleon juga menyinggung oknum lain penista agama yang lari ke Amerika Serikat, dan sempat meminta dirinya untuk bertemu dengan orang tersebut. 

(red/sum)

COMMENTS

BEST MONTH