Mahfud MD luruskan pernyataannya tentang kudeta, sebaliknya ingatkan agar kudeta seperti di Amerika Latin tidak boleh terjadi di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD meluruskan pernyataannya tentang kudeta yang disampaikan di YouTube Total

Mahfud MD luruskan pernyataannya tentang kudeta, sebaliknya ingatkan agar kudeta seperti di Amerika Latin tidak boleh terjadi di Indonesia
Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: YouTube/Kemenko Polhukam RI)

SUARAUMAT.com -
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD meluruskan pernyataannya tentang kudeta yang disampaikan di YouTube Total Politik baru-baru ini.

Mahfud MD mengatakan tak pernah menyebut TNI akan melakukan kudeta. Ia menyebut kudeta di Amerika Latin terjadi jika negara tidak bisa mengatasi perpecahan dan korupsi yang merajalela.

"Sy jg tak prnh bilang TNI akan kudeta. Yg sy bilang, di Amerika Latin jika negara tak bs mengatasi perpecahan dan korupsi merajalela maka militernya kudeta dgn dalih menyelamatkan negara," kata Mahfud MD melalui akun Twitter-nya @mohmahfudmd, Kamis, 28 April 2022.

Mahfud MD kemudian mengingatkan agar kudeta seperti di Amerika Latin tersebut tidak boleh terjadi di Indonesia. Sehingga kata dia, Pemilu 2024 harus memilih pemimpin kuat.

Baca juga: Menkominfo Johnny G Plate: Maudy Ayunda Jadi Jubir Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia

"Di Indonesia jgn terjadi itu. Pemilu 2024 hrs memilih strong leader krn yg skrng hrs diganti," katanya.

Mantan Ketua MK itu menambahkan berdasarkan hasil survei dari lembaga independen menunjukkan kepercayaan publik masih tinggi pada pemerintah RI.

"Kalau soal keberhasilan, survai2 dari lembaga independen menunjukkan kepercayaan publik msh tinggi, skor penegakan hukum naik dari 49,1 pd 2019 menjadi 64 pd Pebruari 2022. Gagalnya dimana? Mau menyerah krn apa? Paling2 pembuat hoax membuat hoax lg dan bilang itu survai abal2," tutur Mahfud MD.

Sebelumnya diberitakan, Mahfud MD secara terbuka mengungkapkan ada dua hal yang saat ini menjadi masalah besar di Indonesia.

Mahfud menjelaskan harus ada sosok pemimpin yang bisa menyelesaikan dua hal itu sehingga bangsa dan negara bisa lebih maju.

Hal pertama yang Mahfud khawatirkan adalah masalah keutuhan atau integrasi ideologi.

Baca juga: Kapolsek Lahewa Nias Utara pasang listrik gratis bagi nenek buruh kebun dan janda, yang puluhan tahun diterangi lampu teplok

"Pertama yang harus kita pikirkan bangsa ini pemimpin tahun 2024 itu sudah pasti Pemilu, pak Jokowi tidak lagi, maka pemimpin yang harus muncul itu adalah pemimpin yang bisa menyatukan," ucap Mahfud dikutip Suaraumat.com dari kanal YouTube Total Politik, Selasa 26 April 2022.

Ia melihat permasalahan tersebut saat ini sudah sangat mengerikan dan berpotensi membahayakan bangsa dan negara.

Mahfud MD luruskan pernyataannya tentang kudeta, sebaliknya ingatkan agar kudeta seperti di Amerika Latin tidak boleh terjadi di Indonesia
Cuitan Mahfud MD meluruskan pernyataannya tentang kudeta. (Twitter @mohmahfudmd)

"Menjaga keseimbangan dan merekatkan agar negara ini bisa maju, nggak kayak sekarang, mengerikan kalau saya lihat," ucapnya.

"Yang kedua, lapis keduanya itu masalah korupsi, itu juga perlu orang kuat, ini korupsinya sudah tidak terkendali," kata dia.

Mahfud kemudian menjelaskan bahwa negara ini perlu suatu ide terobosan agar dua permasalahan tersebut teratasi, dia takut apabila ini semakin berlarut-larut maka akan terjadi adanya kudeta.

Baca juga: Erick Thohir Capres 2024, Raket Kalbar terbentuk bersatu berjuang menang

"Kemudian saya berpikir, memang perlu suatu terobosan. Kalau teori klasik kalau negara sudah begitu, kalau di Amerika Latin itu biasanya muncul kudeta," kata Mahfud.

Mahfud menyebut bahwa banyak hal yang sudah berkembang maju, akan tetapi dia kembali menggaris bawahi bahwa dua hal tadi bisa membahayakan masa depan bangsa dan negara.

"Kalau dari sudut keutuhan atau integrasi ideologi dan pemberantasan korupsi ini masih berat, bidang-bidang lain saya kira majulah kita ini, dosa kalau kita tidak bersyukur dengan mengatakan segala bidang mundur, banyak hal (maju) yang kalau diurai satu per satu, tapi dua hal tadi membahayakan masa depan bangsa dan negara," ujar Mahfud.

(Red/Sum/kp)

COMMENTS

BEST MONTH