Pembunuh begal di Lombok Tengah jadi tersangka, ini kata Kapolda NTB

Sebelumnya, Amaq Sinta, pria asal Kabupaten Lombok Tengah, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lombok Tengah karena diduga membunuh dua dari

Amaq Sinta (34) saat diwawancara di kampungnya Dusun Matek Maling, Desa Ganti, Lombok Tengah, Kamis (14/4)2022). AS berharap statusnya sebagai tersangka dicabut dan bebas dari segala tuntutan hukum, karena dia mangaku hanya membela diri dari begal yang hendak merampas kendaraannya, Minggu (10/4/2022) (Foto: FITRI R)
Amaq Sinta (34) saat diwawancara di kampungnya Dusun Matek Maling, Desa Ganti, Lombok Tengah, Kamis (14/4)2022). AS berharap statusnya sebagai tersangka dicabut dan bebas dari segala tuntutan hukum, karena dia mangaku hanya membela diri dari begal yang hendak merampas kendaraannya, Minggu (10/4/2022) (Foto: Kompas.com/FITRI R)

SUARAUMAT.com -
Kasus korban pembegalan yang menewaskan dua dari empat pelaku begal di Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tengara Barat menyita perhatian publik.

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengambil alih penanganan kasus tersebut dari Polres Lombok Tengah menjelaskan, korban Amaq Sinta (34) dalam kasus ini telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP juncto Pasal 49 ayat 1 KUHP tentang perbuatan pidana pembunuhan atau menghilangkan nyawa orang lain.

Kapolda NTB Irjen Djoko Poerwanto menjelaskan, dua pasal yang menjerat Amaq Sinta bisa membebaskannya dari segala tuntutan pidana jika dikaitkan dengan Pasal 49 ayat 1 KUHP tentang Pembelaan Terpaksa (Noodweer).

"Memang pembunuhan atau menghilangkan nyawa orang lain merupakan perbuatan pidana yang dapat dihukum, akan tetapi dalam kasus ini ada alasan pemaaf karena situasi tertentu (pembelaan terpaksa), sebagaimana diatur pada Pasal 49 KUHP," ujar Irjen Djoko menjelaskan.

Baca juga: Sahabat Iran Arifin dan Sarah Azzahra gelar sembako murah

Namun, dia menegaskan, status hukum kasus tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan hakim di pengadilan.

"Jadi Polri dalam kasus ini hanya melaksanakan penyidikan tindak pidana, sedangkan yang menilai atau memutuskan apakah perbuatan tersebut sebagai pembelaan terpaksa adalah majelis hakim. Oleh karena itu, pembuktiannya haruslah dilakukan di muka persidangan," kata Djoko, dikutip Suaraumat.com dari Antara.

Sebelumnya, Amaq Sinta, pria asal Kabupaten Lombok Tengah, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lombok Tengah karena diduga membunuh dua dari empat pelaku begal yang hendak merampas kendaraannya.

Berdasarkan hasil visum, dua pembegal berinisial OWP dan PE tewas di tangan Amaq akibat luka tusuk di dada dan punggung yang menembus paru-paru.

Djoko mengatakan dua begal tersebut tewas dalam aksinya di Jalan Raya Dusun Babila, Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah.

Sedangkan dua pelaku lainnya berinisial HO dan WA yang berperan memantau situasi dari belakang kabur setelah mengetahui dua rekannya telah tewas.

Namun, keduanya kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik ​​Polres NTB. Keduanya dijerat dengan Pasal 365 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan, dan Pasal 53 KUHP tentang percobaan melakukan tindak pidana kejahatan.

Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH