Potret Sekolah Dasar Negeri dengan pagar seadanya di Nagekeo Flores NTT, siapa bertanggung jawab?

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dhawe Dori, Desa Wolomeze, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini mengunakan

Potret Sekolah Dasar Negeri dengan pagar seadanya di Nagekeo Flores NTT, siapa bertanggung jawab?
Sekolah Dasar Negeri Dhawe Dori, Desa Wolomeze Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, sudah bertahun-tahun tidak memiliki pagar yang layak. (Foto: Suaraumat.com/Mihardo Saputro)

SUARAUMAT.com -
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dhawe Dori, Desa Wolomeze, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini mengunakan pagar seadanya. Menurut informasi yang diperoleh bahwa sekolah tersebut tidak mempunyai pagar sudah bertahun-tahun lamanya.

Mengingat betapa privatenya sebuah sekolah agar proses belajar mengajar berlangsung dengan aman dan tertib maka keberadaan pagar yang kuat menjadi kebutuhan. Hal ini menjadi tanggung jawab semua, baik sekolah, masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

Sekolah adalah institusi pendidikan, sebuah lembaga yang berisi kaum intelektual, sekelompok kaum terdidik, yang mengenal paham baik dan buruk. 

Baca juga: Silvester Teda Sada: Stunting berbahaya bila tidak diurus sekarang, 15-20 tahun ke depan?

Sekolah tempat menimba ilmu pengetahuan termasuk pelajaran soal hidup. Sekolah tempat kumpulan berbagai karakter yang disatukan oleh motivasi perubahan, perubahan dalam hal pengetahuan dan perubahan dalam hal sikap dan perilaku.

Salah satu indikator keberhasilan sekolah adalah terbangunnya kesadaran seluruh elemen sekolah mulai dari para guru, Tata Usaha dan siswa, serta dorongan juga dukungan penuh dari orang tua.

Selain itu peran sentral pemerintah daerah untuk menghadirkan sekolah dengan tingkat keamanan adn kenyamanan yang baik. 

Perihal tentang pentingnya peran pendidikan guna mencerdaskan bangsa khususnya Nagekeo salah satu kabupaten di Pulau Flores merupakan hal yang penting. Output yang dihasilkan bernapaskan dan bertumpu pada nilai-nilai luhur bangsa yang berorientasi pada kearifan lokal, itulah sekolah sesungguhnya.

Baca juga: HUT PPNI Ke-47: Perawat Nagekeo Kuat Masyarakat Sehat Bersama Kita Bisa

Jika melihat tujuan pendidikan, maka semua elemen harus memahami nilai-nilai ketaatan. Komitmen terhadap peningkatan kualitas, serta mendorong inovasi kreatif sebagai bentuk perubahan.

Namun, pada kenyataannya, ada jarak yang cukup jauh antara teori dan kehidupan nyata. Sekolah sejatinya lebih mengutamakan membangun kesadaran setiap warganya untuk berbuat sesuatu, minimal pagar sekolah.

Baca juga: Menyimak Curhatan Bupati Nagekeo Dokter Johanes Don Bosco Do

Dengan demikian, sehingga sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman dalam membentuk sumber daya manusia potensial kedepannya bagi Nagekeo dan Indonesia.

Warga sekolah harus membuka ruang dan waktu bagi setiap individu untuk menunjukkan nilai-nilai moralnya. Sekaligus mengedukasi kesadaran masyarakat yang sibuk dengan aktivitasnya agar mengambil tanggung jawab dan kerja sama memajukan sekolah.

Untuk menunjang pembelajaran dengan tidak meninggalkan siswa di luar area sekolah. Bahkan beberapa orang masuk dan menebar pesona di area sekolah sehingga mengganggu fokus belajar para siswa.

(Red/Sum/kn/Obordesa)

COMMENTS

BEST MONTH