Tercatat Dalam Sejarah, Keluarga Yasin Ditangkap KPK Karena Suap, Begini Kata Adi Supriadi

Tertangkapnya Ade Yasin Bupati Bogor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam giat operasi tangkap tangan divisi penindakan lembaga antirasuah

Tercatat Dalam Sejarah, Keluarga Yasin Ditangkap KPK Karena Suap, Begini Kata Adi Supriadi
Keluarga Yasin yang tertangkap KPK, dan semuanya kepala daerah, sebuah sejarah baru di Indonesia. (Kolase Foto: Suaraumat.com/AS)

Jakarta, SUARAUMAT.com -
Tertangkapnya Ade Yasin Bupati Bogor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam giat operasi tangkap tangan divisi penindakan lembaga antirasuah itu menambah panjang daftar kepala daerah yang terjerat kasus hukum di Negeri Kepulauan terbesar di dunia ini.

Hal yang menarik dari penangkapan Bupati Bogor ini salah satunya adalah melengkapi dua nama Yasin lainnya yang juga pernah ditangkap oleh KPK dengan kasus yang sama, yaitu suap.

 
Merunut ke belakang, selain Ade, ada dua nama Yasin lainnya dengan kasus yang sama dan berujung dengan penangkapan oleh tim KPK. Semuanya merupakan kepala daerah.

Merangkum dari berbagai sumber, inilah trio nama Yasin yang pernah ditangkap oleh KPK.

Rachmat Yasin

Kakak dari Ade Yasin ini merupakan Bupati Bogor dua periode yang menjabat mulai dari tahun 2008-2013 untuk kali pertama.

Rachmat Yasin didakwa menerima suap terkait kawasan sentul dan puncak Bogor, selain itu dia juga divonis dengan kasus korupsi anggaran sebesar Rp.8,9 miliar.

Neneng Hasanah Yasin 

Bupati Bekasi periode 2012-2017 yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi ini terkena kasus suap pembangunan kawasan Meikarta.

Bersama dengan 4 orang lainnya yang diantaranya kepala dinas, Neneng didakwa menerima suap hingga Rp10 miliar dari pengembang Meikarta pada tahun 2014.

Ade Munawaroh Yasin

Nama Ade Yasin yang juga Bupati Bogor dan dari partai yang sama dengan kakak kandungnya, terjerat kasus suap. Ade Yasin tercatat sebagai politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Bukan sebagai pemberi, Ade Yasin beserta 4 anak buahnya diduga melakukan suap kepada 4 auditor BPK Kantor Perwakilan Jawa Barat yang tugasnya melakukan pemeriksaan keuangan.

Apa kata Adi Supriadi 

Dai Motivator & Penggiat Media Sosial, Adi Supriadi menyampaikan komentarnya mengenai ini agar Masyarakat Muslim tidak alergi dengan nama Yasin. 

Kebanyakan orang Indonesia suka percaya pada mitos, jika terjadi sebuah peristiwa kemudian peristiwa tersebut berkaitan dengan sesuatu hal yang sama, maka suka dikaitkan dengan sebuah kepercayaan bahwa itu akan terjadi lagi pada hal tersebut.

“Misalnya, tiba-tiba ada anak lahir, dan orang tuanya mau memberi nama Yasin di belakang nama anaknya, misalnya Muhammad Yasin, Ahmad Yasin, dll, pasti akan ada yang berkata jangan lakukan itu karena yang namanya Yasin identik dengan satu hal peristiwa yang lama, semoga masyarakat kita tidak mudah lagi percaya pada hal-hal yang seperti ini," tutur Adi Supriadi di akun media sosialnya @coachaddie.official.

 
Sebuah kejadian yang berulang, terutama dalam hal yang istimewa seperti misalnya kupu-kupu yang masuk rumah berarti akan ada tamu datang, kejadian sekali, dua kali, hingga tiga kali maka itu akan jadi kepercayaan, mitos yang akan terjadi turun temurun, dan itulah khasanah tradisi dan budaya bangsa Indonesia pada umumnya.

“Harapannya, tidak ada lagi teori-teori cocokologi yang mengaitkan satu hal dengan hal lain yang tidak berkaitan. Misalnya nama Yasin identik dengan suap, nanti orang menjadi takut memberi nama anaknya dengan sebutan Yasin," katanya.

Pria kelahiran Ketapang Kalimantan Barat yang juga seorang pengusaha ini menjelaskan, bahwa ini sama halnya ada yang takut memberi nama anaknya Maria, Yanti, Anto dll.


"Padahal tidak semua nama yang disebutkan di atas memiliki keterkaitan peristiwa yang tidak baik. Semuanya takdir Allah SWT, bagi seorang Muslim setiap kejadian harus menjadi pelajaran, hikmah dan ibroh, ambil yang baik dan buang yang buruk, itu berlaku pada apa pun dan pada siapa pun," ungkap Adi Supriadi yang juga seorang Profesional Life Coach ini menegaskan sebelum mengakhiri komentarnya.

Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH