Diprediksi Ribuan Warga Pendatang Baru Cari Kerja di Bekasi Usai Libur Lebaran

Sekitar 10 ribu pendatang diprediksi memenuhi Bekasi usai libur Lebaran tahun ini.

Diprediksi Ribuan Warga Pendatang Baru Cari Kerja di Bekasi Usai Libur Lebaran
Foto Ilustrasi, Bekasi Sebagai Tujuan Warga Pendatang Baru Mencari Pekerjaan Usai Libur Lebaran 2022. [Foto: Dok. Istimewa/Net]

BEKASI, SUARAUMAT.com -
Sekitar 10 ribu pendatang diprediksi memenuhi Bekasi usai libur Lebaran tahun ini.

Ribuan warga pendatang baru itu umumnya datang dengan tujuan mencari pekerjaan di kawasan industri Bekasi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi Taufik Hidayat memprediksi 10 ribu warga pendatang baru nantinya akan tercatat di wilayahnya usai mudik Lebaran tahun ini, prediksi tersebut didasarkan pada pengaruh urbanisasi.

"Tahun lalu ada sekitar 6.225 orang. Untuk tahun ini diprediksikan bisa bertambah, karena pandemi Covid-19 sudah mulai melandai," ucapnya.

Sebagai informasi sepanjang tahun 2021, Pemkot Bekasi mencatat sebanyak 50.182 ribu orang melakukan perpindahan dari wilayah lain ke Bekasi. Data tersebut terangkum berdasarkan perekaman KTP Elektronik pada tahun 2021.

Faktor urbanisasi

Maraknya pembangunan di kota-kota besar di Indonesia dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, kota-kota tersebut akan menjadi magnet bagi penduduk untuk datang mencari pekerjaan dan sebagian dari mereka memutuskan untuk menetap. Hal ini sering disebut urbanisasi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian urbanisasi adalah perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dari desa ke kota. 

Di Indonesia, masalah urbanisasi telah dimulai dengan diperkenalkannya beberapa kebijakan pada masa Orde Baru. Pertama, adanya kebijakan ekonomi makro (1967-1980), di mana kota merupakan pusat perekonomian. Kedua, kombinasi kebijakan substitusi impor dan investasi asing di sektor manufaktur, yang justru memicu polarisasi pembangunan yang berpusat pada metropolitan Jakarta. 

Ketiga, penyebaran yang cepat dari proses mekanisasi sektor pertanian pada awal dasawarsa 1980-an, yang menyebabkan kaum muda dan para sarjana, enggan menggeluti dunia pertanian atau kembali ke daerah asal. 

Faktor penyebab adanya urbanisasi adalah karena adanya faktor utama yang klasik yaitu kemiskinan di daerah pedesaan. Faktor utama ini melahirkan dua faktor penyebab adanya urbanisasi yaitu:

Faktor penarik urbanisasi seperti lahan pertanian semakin sempit, lapangan pekerjaan di desanya tidak cukup tersedia. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya, karena tingkat upah di kota lebih tinggi. Melanjutkan sekolah, karena di desa fasilitas atau mutunya kurang.  Pengaruh cerita orang, bahwa hidup di kota gampang cari pekerjaan, atau mudahnya membuka usaha kecil-kecilan. Kebebasan pribadi lebih luas. Adat atau agama lebih longgar.

Faktor pendorong urbanisasi seperti di kota memiliki daya tarik, di sisi lain kondisi tingkat kehidupan di desa umumnya mempercepat proses urbanisasi, hal ini menjadi faktor pendorong munculnya urbanisasi.

[red/sum/kn]

COMMENTS

BEST MONTH