Ini sosok Budi Santosa Purwokartiko, Rektor ITK terkait Postingan Manusia Gurun yang diduga Rasis

Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santosa Purwokartiko diadukan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto

Ini sosok Budi Santosa Purwokartiko, Rektor ITK terkait Postingan Manusia Gurun yang diduga Rasis
Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Profesor Budi Santosa. (Foto: Dok. itk.ac.id)

SUARAUMAT.com -
Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santosa Purwokartiko diadukan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto setelah mengunggah postingan yang diduga berbau rasis di media sosial.

Profesor Budi dilaporkan oleh Irvan Noviandana atas tuduhan SARA dan pelecehan secara verbal.

Irvan Noviandana juga telah mengirimkan surat terbuka kepada Sri Mulyani dan Andin Hadiyanto. Dia meminta Budi Santosa Purwokartiko agar ditindak karena statusnya yang meresahkan di media sosial Facebook.

"Saya Irvan Noviandana sebagai masyarakat ingin menyampaikan kepada Ibu Menteri Keuangan serta Dirut LPDP adanya ujaran yang bersifat sara dan pelecehan secara verbal yang disampaikan oleh seorang Pewawancara Beasiswa LPDP melalui akun Facebooknya dengan nama Budi Santosa Purwokartiko sebagaimana tangkapan layar yang kami unggah," bunyi surat terbuka Irvan yang dilihat, Sabtu (30/4).

Baca juga: Mahfud MD luruskan pernyataannya tentang kudeta

Irvan mengungkapkan, kalimat Budi berisi ujaran SARA saat Budi mewawancarai peserta program Dikti sebagaimana tercantum dalam tulisan status Budi.

Dalam status Facebook-nya, Budi mengatakan bahwa seseorang yang berhijab atau memakai penutup kepala adalah manusia gurun.

Profil Budi Santosa Purwakartiko

Dirangkum Suaraumat.com melalui situs itk.ac.id, Minggu (1/5/2022), Prof. Ir. Budi Santosa Purwokartiko, Ph.D yang merupakan guru besar ini, bekerja sebagai pewawancara untuk beasiswa LPDP sejak tahun 2013. Selain itu, beliau juga menjadi anggota Tim Evaluasi Kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Dirjen Kelembagaan Dikti sejak tahun 2015.

Pencapaian karir akademik Budi Santoso dikatakan cemerlang karena pada tahun 2002, penelitiannya yang berjudul 'Novel Smart Engineering System Design' berhasil meraih predikat Best Paper Award pada International Conference on Artificial Neural Networks in Engineering di Missouri, Amerika Serikat. Beliau juga pernah menjadi Dosen Berprestasi di Fakultas Teknik Industri ITS pada tahun 2011.

Kemudian, pada tahun 2014, Prof Budi juga dinobatkan sebagai Ketua Jurusan Berprestasi ITS ketika menjabat Ketua Jurusan Teknik Industri ITS periode 2011-2015. Bahkan kini ia pun harus merelakan jabatannya sebagai Ketua Komisi Kelembagaan Senat Akademik ITS 2015-2020, dan Kepala Laboratorium Komputasi dan Optimasi Industri Teknik Industri ITS, karena harus menjabat sebagai rektor ITK.

Ini sosok Budi Santosa Purwokartiko, Rektor ITK terkait Postingan Manusia Gurun yang diduga Rasis
Foto: Tangkapan layar status manusia gurun Prof Budi Santosa Purwokartiko Rektor ITK yang diduga rasis.

Budi Santosa Purwokartiko menjabat sebagai Rektor ITK dari tahun 2018 hingga 2022. Ia diangkat menggantikan rektor sebelumnya, Prof. Dr. Ir. Sulistijono, DEA.

Sebagai informasi, Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santosa Purwokartiko dilaporkan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto. Budi dianggap telah melakukan ujaran yang diduga bersifat SARA dan pelecehan secara verbal.

Pelapornya adalah Irvan Noviandana. Ia mengirimkan surat terbuka kepada Sri Mulyani dan Andin Hadiyanto. Dia meminta Budi ditindak karena status di Facebook sang Rektor dianggap meresahkan masyarakat.

Baca juga: MUI minta hukum seadil-adilnya mantan Muslim Saifuddin Ibrahim, yang kini tersangka oleh Bareskrim Polri

Irvan mengungkapkan kalimat Budi yang dimaksud mengandung ujaran SARA ketika Budi mewawancarai peserta program Dikti sebagaimana tulisan status Budi. Di status Facebooknya itu, Budi menyebut seseorang yang memakai hijab atau penutup kepala adalah manusia gurun.

"Budi Santosa sebagai pihak yang mewawancarai peserta Program Dikti sebagaimana yang disampaikan pada tulisannya mengatakan kalimat yang bernuansa sara bahwa 12 mahasiswi yang diwawancarai tidak ada satupun yang menutup kepala ala manusia gurun sehingga otaknya benar-benar open mind dan seterusnya," kata Irvan.

"Kami sebagai umat Islam sangat tersinggung dengan perkataan yang disampaikan secara terbuka oleh Pewawancara LPDP karena merendahkan syariat agama kami, yang mewajibkan para wanita untuk menutup kepala (berhijab) sebagai bentuk kepatuhan dalam agama, selain itu juga kalimat tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap mahasiswi dan seluruh wanita di Indonesia yang menutup kepalanya," imbuhnya.

Tanggapan Kampus ITK

ITK telah merespons masalah ini. ITK mengatakan bahwa cuitan Budi tentang manusia gurun itu adalah opini pribadi, bukan opini kampus.

"Dengan ini kami informasikan bahwa, tulisan Prof Budi Santosa Purwakartiko tersebut merupakan tulisan pribadi, dan tidak ada hubungannya dengan jabatan beliau sebagai rektor ITK," jelas ITK.

Profesor Budi bertanya-tanya ajaran apa ini. Dalam tangkapan layar yang beredar, akun Profesor Budi Santosa menyindir mahasiswa yang tidak mau berjabat tangan dengan dosen pembimbingnya sebagai mahasiswa yang sok cantik.

Editor: Konradus Pfedhu

COMMENTS

BEST MONTH