Jelang Kedatangan Jokowi ke Ende Flores, Aksi Coret Terjadi Pada Tribun Lapangan Pancasila

Informasi tentang rencana kedatangan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ende Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1

Jelang Kedatangan Jokowi ke Ende Flores, Aksi Coret Terjadi Pada Tribun Lapangan Pancasila
Aksi vandalisme pada tembok Lapangan Pancasila Ende. [Foto: Dok. GL/Rom]

ENDE FLORES, SUARAUMAT.com -
Informasi tentang rencana kedatangan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ende Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1 Juni 2022 untuk memimpin apel peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila sudah ramai diberitakan media massa.

Namun sangat disayangkan karena keberadaan Lapangan Pancasila justru dicemari oleh ulah tangan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Diketahui, oknum warga melakukan tindakan pencoretan berupa tulisan dan gambar di dinding Tribun Lapangan Pancasila.

Melansir GlobalFlores.com, Jumat (6/5/2022) pantauan lapangan, tepatnya, di sisi dinding dan tiang dipenuhi tulisan dan gambar. Tindakan coret-mencoret dengan kata-kata berupa nama atau tulisan lain, bahkan ada tembok yang bertuliskan kata-kata cabul.

BACA JUGA: Syaykh Al-zaytun, A.S. Panji Gumilang: “Hanya Kemanusiaan yang Dapat Menyatukan Bangsa Indonesia, Bukan Agama!”

Menanggapi kondisi tersebut, politikus Partai Demokrat Kabupaten Ende, Maxi Mari mengatakan, vandalisme merupakan tindakan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya. 

Contoh vandalisme adalah corat-coret, grafiti liar, perusakan, penghancuran, dan pencemaran lingkungan.

"Dalam konteks aksi vandalisme ini kita harus tahu dulu apa penyebabnya, bahwa ada juga aksi seperti ini sebagai kreasi seni dalam bentuk kritik atau kontrol pada pemerintah, ada juga kemurnian kenakalan remaja atau tulisan iseng," ujar Maxi.

Melihat bentuk tulisan yang ada tribun di Lapangan Pancasila tersebut, lebih cenderung kepada aksi kenakalan atau mengelaborasi pikiran kotor dalam coretan dinding juga mempublish namanya biar diketahui oleh teman atau orang lain.

BACA JUGA: Kuliah, di Universitas Flores saja tidak perlu jauh-jauh cari kampus

"Jika ditelesuri apa penyebabnya, pasti kita bisa tahu kenapa aksi ini bisa dilakukan, bisa juga dilatari tempat itu sehingga memunculkan tulisan sebagai representasi ungkapan penglihatan," ujar Maxi menjelaskan.

Maxi menambahkan, bagi pelaku vandalisme ini adalah tindakan dalam kategori penyimpangan sosial dan pelanggaran hukum.

"Maka penting pola pendidikan dan penciptaan rasa aman bagi anak serta pengawasan bagi anak-anak. Terkait dan khusus penjagaan di tempat-tempat bersejarah seperti di Lapangan Pancasila ini perlunya peningkatan penjagaan dan pengawasan," ungkapnya.

Jelang Kedatangan Jokowi ke Ende Flores, Aksi Coret Terjadi Pada Tribun Lapangan Pancasila
Politikus Partai Demokrat, Maxi Mari. [Foto: Dok. GL/Rom)

"Menurut saya kelemahan penjagaan dan pengawasan bisa merubah imij (image) tempat bersejarah menjadi tempat yang salah dalam realitas," kata Maxi lagi.

BACA JUGA: Kelompok ternak sapi Muri Nua Desa Detusoko Barat gelar pelatihan pakan ternak

Maxi juga menambahkan, hal tersebut justru menjadi pukulan yang memalukan bagi masyarakat khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Ende.

Melihat kondisi yang ada, Maxi pun meminta kepada pemerintah atau dinas teknis terkait agar segera menghapus tulisan yang ada. Dan jangan dibiarkan seakan menjadi hal yang biasa apalagi menurut rencana Presiden RI Jokowi akan datang ke Ende dengan tujuan utamanya ke Lapangan Pancasila.

BACA JUGA: Dorong Digitalisasi Pariwisata di NTT, Rektor Undana Ingatkan Ini Kepada Pemerintah

"Tentu tidaklah etis kalau sampai aksi vandalisme dengan kata-kata yang tidak senonoh terlihat oleh para tamu apalagi oleh Presiden RI," pungkasnya.

[red/globalflores.com]

COMMENTS

BEST MONTH