KAI Commuter Terus Evaluasi Pola Operasional Pasca Switch Over (SO) 5 Stasiun Manggarai, KLB Feeder Siap Antisipasi Kepadatan Saat Jam Sibuk

Ini merupakan bagian dari perencanaan proyek Double-Double Track (DDT) yang memisahkan jalur Lin Bogor, Lin Bekasi, kereta bandara, kereta jarak jauh,

KAI Commuter Terus Evaluasi Pola Operasional Pasca Switch Over (SO) 5 Stasiun Manggarai, KLB Feeder Siap Antisipasi Kepadata Saat Jam Sibuk
Stasiun Manggarai. (Foto: Suaraumat.com/Dok.KAI Commuter)

JAKARTA, SUARAUMAT.com -
Pemberlakukan pola operasional dengan perjalanan KRL yang baru resmi dilaksanakan sejak Sabtu (28/5). Pada hari pertama tercatat jumlah pengguna yang melakukan perjalanan sebanyak 464.451 orang, dimana khusus di Stasiun Manggarai volume pengguna sebanyak 20.152 orang. Di stasiun ini pengguna yang transit mencapai lebih dari 120.000 hingga 200.000 orang setiap harinya.

Sebelum dilakukannya SO5 pengguna harus menyeberang rel ketika melakukan transit, namun saat ini dengan 60% pembangunan Stasiun Manggarai pengguna yang transit cukup naik dan turun menuju peron tujuan dengan menggunakan tangga manual, lift, dan eskalator. 

Ini merupakan bagian dari perencanaan proyek Double-Double Track (DDT) yang memisahkan jalur Lin Bogor, Lin Bekasi, kereta bandara, kereta jarak jauh, serta pengaktifan jalur layang. 

Pembangunan tersebut untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan para pengguna saat berpindah kereta seiring terus bertambahnya perjalanan kereta yang melintasi Stasiun Manggarai dan terus bertambahnya volume pengguna.

Di hari pertama perubahan pola operasional ini, KAI Commuter langsung melakukan evaluasi mengingat adaptasi terhadap perubahan ini diperlukan baik dari sisi operasional, pelayanan, dan pengenalan fasilitas yang ada di Stasiun Manggarai. Evaluasi yang dilakukan antara lain :

1. KAI Commuter memohon maaf terjadi kelambatan yang cukup tinggi pada hari pertama, mengingat adanya pembatasan kecepatan menuju dan keluar Stasiun Manggarai pasca SO 5 untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta. Namun pada sore hari hal ini dapat diatasi dengan memotong relasi untuk memperkecil kelambatan. Pembatasan kecepatan pun terus dilakukan evaluasi agar dapat ditingkatkan.

2. KAI Commuter juga mengoperasikan KRL Feeder relasi Manggarai-Angke atau Kampung Bandan melalui peron 8 untuk mengantisipasi kepadatan di peron 6 dan 7 dampak dari kelambatan dan potong relasi sehingga dapat mengurangi kepadatan di stasiun.

3. KAI Commuter juga menyiapkan petugas agar setiap fasilitas yang ada di Stasiun Manggarai dapat tersosialisasi dengan baik sehingga transit pengguna lebih dimudahkan dan dapat terlayani dengan baik.

Di hari Minggu (29/5), berdasarkan hasil evaluasi KAI Commuter melakukan perbaikan pola operasi dan stabling KRL agar terus dapat memperbaiki pola operasional pasca SO5 sehingga di hari kerja yang dimulai Senin (30/5) dapat berjalan lebih baik. 

KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.054 perjalanan per hari dengan 94 rangkaian KRL dan mempersiapkan tiga perjalanan KRL Feeder relasi Manggarai-Angke atau Kampung Bandan untuk mengantisipasi kepadatan saat jam sibuk.

KAI Commuter terus melakukan sosialisasi baik di media sosial resmi @commuterline dan penempelan peta rute baru di KRL agar dapat memudahkan pengguna dalam melakukan perjalanan menggunakan KRL. 

KAI Commuter juga berharap para pengguna mengikuti arahan petugas terutama saat transit agar perpindahan peron lebih lancar.

Untuk menjaga kenyamanan bersama saat akan naik dan turun dari KRL, selalu mendahulukan pengguna yang turun terlebih dahulu serta ikuti arahan dari petugas di stasiun maupun di dalam perjalanan KRL. 

Gunakan fasilitas stasiun dengan baik, utamakan lift dan eskalator untuk ibu hamil, lansia, ibu membawa balita, dan bagi mereka yang sangat membutuhkan.

Informasi jadwal terbaru, posisi kereta, serta informasi lengkap lainnya dapat dilihat di website www.krl.co.id serta bisa mengakses melalui aplikasi KRL Access, akun media sosial @commuterline dan dapat menghubungi call center 021-121 24 jam.

(Sum/kn)

COMMENTS

BEST MONTH