Perhatian! 5 Kebiasaan Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Kamu Lho, Bahkan Masih Usia Muda Sekalipun

“Perokok memiliki risiko 30 hingga 40% lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan bukan perokok.

Perhatian 5 Kebiasaan Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Kamu Lho Bahkan Masih Usia Muda Sekalipun
Konsumsi makanan cepat saji. [Dok. Istimewa]

SUARAUMAT.com -
 Seseorang dengan kebiasaan makan yang buruk dapat memicu beberapa penyakit di dalam tubuhnya. Salah satunya adalah diabetes melitus. Menurut para ahli, ada lima kebiasaan makan yang bisa meningkatkan risiko seseorang terserang diabetes.

Asupan makanan sangat memengaruhi kesehatan tubuh kita. Konsumsi makanan dan pola makan yang tidak sehat sangat berisiko memicu berkembangnya penyakit berbahaya (red-diabetes melitus), baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Terutama penyakit yang berhubungan dengan atau disebabkan oleh penyerapan nutrisi, sangat mudah berkembang ketika menerapkan pola makan yang tidak sehat. Misalnya diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung koroner.

Penyakit-penyakit tersebut dapat diantisipasi dengan menerapkan pola makan yang sehat dan menghindari beberapa kebiasaan buruk yang mengancam tubuh. Pakar nutrisi mengungkapkan ada lima kebiasaan makan yang salah dan harus dihentikan jika tidak ingin meningkatkan risiko diabetes.

Berikut ini 5 kebiasaan makan yang bisa meningkatkan risiko diabetes menurut Eat This, Not That:

1. Kebiasaan ‘cheating day’ atau hari libur diet
Perhatian 5 Kebiasaan Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Kamu Lho Bahkan Masih Usia Muda Sekalipun
Makan sebanyak-banyak dan sepuas-puasnya ketika hari libur diet memicu penyakit diabetes. [Dok. Istimewa]

Cheating day yang dilakukan oleh banyak orang dengan program diet untuk makan sebanyak mungkin pada hari tertentu harusnya perlu ditinjau kembali. Pemikiran untuk melonggarkan aturan diet setelah berdiet dalam jangka waktu tertentu tampaknya dianggap berbahaya oleh para ahli.

Saat makan banyak di hari libur diet, ahli gizi khawatir lonjakan gula darah dalam tubuh yang biasanya diatur ketat tiba-tiba makan sepuasnya. Ternyata, makan banyak pada satu hari tertentu bisa memengaruhi sensitivitas insulin dalam tubuh, bahkan di usia muda sekalipun.

2. Makan camilan sambil menonton

Perhatian 5 Kebiasaan Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Kamu Lho Bahkan Masih Usia Muda Sekalipun
Nikmat bukan ketika nonton sambil camilan, tapi dibalik kenikmatan itu tersimpan bahaya yang mengancam kesehatan. [Dok. Istimewa]

Tidak ada yang lebih nyaman untuk menghabiskan waktu selain mengemil semangkuk popcorn atau sebungkus makanan ringan sambil menonton. Film yang menyenangkan ditambah dengan makanan dan camilan lezat akan menjadi sempurna.

Ternyata sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health (HSPH) telah menemukan efek diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh ngemil sambil menonton. Makan sambil menonton film atau serial televisi dikatakan dapat meningkatkan beberapa penyakit serius seperti diabetes hingga kematian dini.

“Pesannya sangat sederhana. "Mengurangi makan sambil menikmati film atau menonton televisi secara signifikan dapat mengurangi risiko beberapa penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kematian dini," kata Frank Hu saku, profesor gizi dan epidemiologi di HSPH.

3. Terlalu banyak minum alkohol

Perhatian 5 Kebiasaan Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Kamu Lho Bahkan Masih Usia Muda Sekalipun
Alkohol juga memengaruhi kesehatan tubuh, kurangi minum atau stop sama sekali. [Dok. Istimewa]

Bagi sebagian orang, mengonsumsi alkohol merupakan aktivitas yang rutin dilakukan sambil bersantai. Entah ingin menenangkan diri atau malah menikmatinya sambil bersantai bersama teman-teman terdekat.

Ternyata minum alkohol, bahkan setidaknya seminggu sekali, dikatakan oleh para ahli memicu resistensi insulin. Meski diminum hanya dalam waktu singkat, efeknya berpotensi memengaruhi tubuh selama bertahun-tahun.

"Seseorang yang secara teratur meminum alkohol dalam jumlah besar bahkan seminggu sekali, selama bertahun-tahun, dapat menciptakan resistensi insulin yang berpotensi bertahan selama bertahun-tahun," kata Christoph Buettner dari Asosiasi Profesor Obat (Associate Professor of Medicine).

4. Mengisap rokok setelah makan

Perhatian 5 Kebiasaan Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Kamu Lho Bahkan Masih Usia Muda Sekalipun
Merokok setelah makan memang asik, tapi perlu dipertimbangkan dengan kesehatan tubuh Anda. [Dok. Istimewa]

Banyak orang merasa setelah makan mereka membutuhkan rokok seperti makanan penutup. Beberapa dari mereka bahkan merokok sebagai pengganti camilan dan merasa lebih baik karena tidak menumpuk kalori.

Faktanya, perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan non-perokok. Ini karena pankreas harus memproduksi insulin yang jauh lebih tinggi untuk asupan nikotin dibandingkan dengan mencerna makanan.

“Perokok memiliki risiko 30 hingga 40% lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan bukan perokok. Merokok juga dapat menyebabkan penyakit dan kadar insulin akan lebih sulit diatur karena kadar nikotin dalam tubuh akan lebih tinggi dari insulin,” kata Food and Drugs Administration.

5. Penumpukan lemak perut

Perhatian 5 Kebiasaan Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Kamu Lho Bahkan Masih Usia Muda Sekalipun
Tumpukan lemak perut membuat lingkar pinggar melebar, waspada diabetes mengintai. [Dok. Istimewa]

Penumpukan lemak perut akibat konsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi lemak juga menjadi salah satu faktor yang mengancam kesehatan. Biasanya timbunan lemak perut ini bisa dirasakan secara signifikan melalui peningkatan ukuran pinggang yang semakin besar.

Penumpukan lemak perut dikatakan oleh para ahli sangat terkait dengan beberapa masalah kesehatan termasuk diabetes. Bahkan menurut penelitian dan observasi yang telah dilakukan, orang yang mengalami peningkatan lingkar pinggang cenderung mengalami pradiabetes, diabetes hingga masalah jantung.

"Kami menemukan bahwa individu yang mengalami perkembangan prediabetes dan diabetes memiliki kecenderungan penyakit kardiovaskular selama bertahun-tahun sebelum diabetes mereka berkembang dan terdeteksi," kata dr. James de Lemos, profesor penyakit dalam di UT Southwestern.

[red/sum/kp]

COMMENTS

BEST MONTH