Merphin Panjaitan: Kontrak Sosial Rakyat Indonesia Sudah Final, Salah Satunya Pancasila Bukan Yang Lain, Bagian VII

Menyongsong hari lahir (harlah) Pancasila 1 Juni 1945 - 1 Juni 2022, Dr Serphin Panjaitan M.Si meluncurkan karya tulisnya yang berjudul "Dari Gotong

Merphin Panjaitan Kontrak Sosial Rakyat Indonesia Sudah Final, Salah Satunya Pancasila Bukan Yang Lain
Dr. Merphin Panjaitan, M.Si. [Foto: Suaraumat.com/Kun]

SUARAUMAT.com -
Menyongsong hari lahir (harlah) Pancasila 1 Juni 1945 - 1 Juni 2022, Dr Serphin Panjaitan M.Si meluncurkan karya tulisnya yang berjudul "Dari Gotong royong Ke Pancasila dan Pidato Sukarno 1 Juni 1945 Menjawab Tantangan Bangsa Kini Dan Di Masa Mendatang."

Di Cafe Artivator Depok Jawa Barat, pria yang juga seorang dokter itu bercerita banyak tentang perjalanan sejarah eksistensi bangsa Indonesia dengan dasar Negaranya Pancasila.

"Soekarno sudah membangun bangsa Indonesia menjadi sebuah Negara berdaulat dengan Pancasila sebagai dasar Negara ini, bukan yang lain karena Negara-Bangsa ini dibentuk dari kegotongroyongan sesama anak bangsa," ujarnya.

Menurut Panjaitan, para pendiri bangsa (Soekarno dkk) sudah menyusun sejumlah konsepsi kebangsaan dan kenegaraan yang sesuai dengan segala zaman, antara lain Pancasila sebagai dasar Negara.

Selain itu juga termasuk bentuk negara kesatuan; sistem pemerintahan Presidensial; yang dianggap dapat dijadikan sumber kekuatan untuk menggalang kemajemukan bangsa ini menjadi kemajuan dan kemakmuran bersama.

"Para pendiri bangsa telah menjalankan tugas sejarahnya dengan sangat baik, dan giliran generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan itu. Saya berpendapat, kontrak sosial rakyat Indonesia sebelum mendirikan Negara-Bangsa Republik Indonesia adalah: Sumpah Pemuda, Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Pembukaan UUD 1945," jelas Merphin.

Berikut penjabarannya!

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Sumpah tersebut berbunyi sebagai berikut: 1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia; 2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; 3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Naskah Proklamasi 17 Agustus 1945

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dll, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Pembukaan UUD 1945

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia sebuah tujuan dan cita-cita para pendiri Bangsa. 

"Ini yang harus dipahami oleh semua rakyat Indonesia khususnya para aktivis pro demokrasi yang setia dan mencintai NKRI, sehingga tidak mudah diinfiltrasi, disusupi dengan ideologi atau paham lain," tegas Merphin.

Meski demikian, penulis buku dan aktivis nasional ini tidak lupa menyinggung generasi milenial agar melek sejarah tentang Indonesia yang sebenarnya. 

"Generasi milenial Indonesia dengan segala kemajuan yang mereka nikmati sekarang itu juga tidak lepas dari sejarah hadirnya bangsa Indonesia. Bayangkan saat itu kalau Soekarno dan kawan-kawan tidak memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, apa bisa kita seperti ini? tegasnya.

Oleh karena itu, ia sangat mendukung setiap kegiatan yang mengedukasi anak-anak muda milenial tentang Pancasila, UUD 1945 dan sejarah bangsa Indonesia yang lainnya.

"Indonesia dibangun, dibentuk dari sebuah komunitas masyarakat dengan akar kegotongroyongan yang sangat kental, oleh karena itu sampai saat ini masih terjadi dan masih ada yang namanya Indonesia dengan dasar Negaranya Pancasila," pungkasnya.

Jangan pernah mengkhianati sejarah bangsa dan merubah kontrak sosial rakyat Indonesia yang telah disepakati bersama sejak 77 tahun lalu agar Negara-Bangsa ini tetap utuh sampai selama-lamanya. Bukan hanya utuh, tetapi bertumbuh menjadi yang tangguh di antara bangsa-bangsa di dunia. 

Editor: Kun

COMMENTS

BEST MONTH