Ustaz Abdul Somad: Rokok Haram, Gus Baha: Rokok Tidak Haram, Punya Logika Sendiri

Sejumlah ulama ternama di Tanah Iir mengatakan bahwa rokok itu haram. Ada pun ulama yang menyebutnya haram, yaitu Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustaz

Ustaz Abdul Somad: Rokok Haram, Gus Baha: Rokok Tidak Haram, Punya Logika Sendiri
KH. Ahmad Bahauddin alias Gus Baha (kiri) dan Ustaz Abdul Somad alias UAS. (Kolase Foto: Suaraumat.com/Konradus Fedhu)

SUARAUMAT.com -
Sejumlah ulama ternama di Tanah Iir mengatakan bahwa rokok itu haram. Ada pun ulama yang menyebutnya haram, yaitu Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat.

Alasan ketiga ustaz itu mengharamkan rokok adalah karena di dalam Al-Qur'an mereka tidak menemukan dalil yang menghalalkan merokok.

Bahkan Ustaz Khalid dan UAS sampai melarang umat Islam bekerja di perusahaan rokok dan penjual rokok sebagai pekerjaan mereka.

Namun berbeda dengan keduanya, ustaz kondang tanah air lainnya asal Rembang, Jawa Tengah, KH. Ahmad Bahauddin alias Gus Baha mengatakan bahwa rokok itu tidak haram.

Baca juga: PBNU Akan Bangun Kantor di IKN Gus Yahya Minta Izin

"Orang yang merokok memang punya logikanya sendiri," kata Gus Baha seperti dikutip Suaraumat.com dari unggahan akun TikTok @shootingsembano, Minggu, 1 Mei 2022.

Bahkan sampai detik ini, ulama yang dikenal sebagai salah satu ahli tafsir dan memiliki pengetahuan mendalam seputar Al-Qur'an itu belum berani memutuskan apakah rokok itu haram atau tidak. 

Karena lanjut salah satu murid dari ulama kharismatik, Kiai Maimun Zubair itu mengatakan bahwa rokok sendiri masih sulit dikategorikan sebagai makanan atau minuman.

Baca juga: MUI minta hukum seadil-adilnya mantan Muslim Saifuddin Ibrahim, yang kini tersangka oleh Bareskrim Polri

Gus Baha juga menyebut, dirinya selalu kalah jika berdebat soal hukum rokok di kalangan keluarganya. 

"Kalau mbah Nafi, masih eyang saya. Pernah bertanya Ha, rokok itu haram atau tidak. Kalau saya bilang haram bagaimana mbah? Terus mbah saya menjawab, lah iya, kalau haram benar saya. Makanya saya bakar, barang haram baiknya dibakar," kata Gus Baha.

"Ada satu kyai lagi, masih sepupu mbah Nafi bilang. Ini ada rokok dua, bagi yang nggak merokok. Berarti dia membiarkan dua barang haram. Bagi yang merokok berarti dia menghilangkan barang haram," ujar Gus Baha.

Baca juga: MTQ XXIX Jembrana: Membangun Umat yang Qur'ani Menuju Masyarakat Jembrana yang Damai Sejahtera, Harmoni dan Toleran"

"Jadi saya dengan orang-orang tua itu nggak pernah menang," kata Gus Baha lagi. Sontak saja unggahan video Gus Baha itu mendapat tanggapan dari warganet. Banyak warganet yang mendukung perkataan Gus Baha.

"Betul gus, soalnya ilmu Allah sama ilmu mahluk beda jauh. Belum tentu orang, kia atau ustad yang merokok gak dicintai sama Allah, boleh jadi Allah lebih cinta dan sayang sama ustaz dan orang yang merokok," kata warganet.

"Rokok itu ada madharatnya, ada juga manfaatnya," kata warganet.

"Tapi alhmdulillah Gus Baha gak ngerokok," kata warganet.***

Editor: Konradus Pfedhu

COMMENTS

BEST MONTH