Kombes Endra Zulpan: Hampir 30 Sekolah Sudah Terafiliasi Ajaran Khilafah, PNIB Tutup Semua Sekolah Pengasong Khilafah

"Menindak tegas dengan membubarkan ormas-ormas radikalisme pengasong khilafah pendukung terorisme seperti PA 212 yang isinya orang-orang eks FPI, HTI,

Kombes Endra Zulpan: Hampir 30 Sekolah Sudah Terafiliasi Ajaran Khilafah, PNIB Tutup Semua Sekolah Pengasong Khilafah
PNIB meminta pemerintah tegas terhadap organisasi-organisasi yang berpaham radikalisme intoleransi dan terorisme dengan mencabut sekolah, yayasan, lembaga, pesantren yang sudah sangat jelas menjadi tempat penyiaran ideologi khilafah. (Foto: Dok. PNIB)

Penulis: Kun

SUARAUMAT.com - Hampir 30 sekolah terhubung dengan ajaran Khilafah yang disiarkan organisasi pengasong khilafah yang bernama Khilafatul Muslimin. Hal itu disampaikan oleh Polda Metro Jaya berdasarkan hasil pemeriksaan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Hal ini dikatakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan. "Kami mendapatkan data bahwa ada beberapa sekolah, hampir 30 sekolah yang sudah terafiliasi dengan ajaran khilafah," kata Zulpan.

Fakta ini terungkap setelah polisi menangkap seorang berinisial AS yang diketahui sebagai Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin. AS ditangkap di wilayah Mojokerto, Jawa Timur pada Senin (13/6/2022) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Dengan begitu, sudah ada enam orang, termasuk pemimpin tertinggi Khilafatul Muslimin yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Seluruhnya pun sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan kepolisian untuk proses penyidikan.

PNIB: Tutup Semua Sekolah Pengasong Khilafah

Ketua Umum PNIB (Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu) AR. Waluyo Wasis Nugroho mengungkap bahwa dirinya telah lama mengingatkan masyarakat dan pemerintah, aparat keamanan (BNPT, Polri, Densus 88, TNI dan BPIP) bahwa telah menyebar di berbagai daerah sekolah, pesantren, lembaga milik para pengasong khilafah.

"Di sekolah, madrasah, pesantren milik para pengasong khilafah tersebut, setiap hari terjadi indoktrinasi atau cuci otak para murid atat siswa, santri mengenai khilafah dapat menggantikan Pancasila sebagai ideologi di Tanah Air," ungkap pria yang akrab disapa Gus Wal.

Menurutnya Indonesia darurat radikalisme khilafah terorisme. "Hal ini jangan sampai dibiarkan terus. Pemerintah harus segera menutup, mencabut izin dan mengambil alih sekolah, pesantren, lembaga milik para pengasong khilafah. Kontrol penuh semua sekolah, pesantren, lembaga tersebut," ujar Gus Wal sebagai pesan kepada pemerintah.

Gus Wal menambahkan, sekarang sudah semakin jelas, nyata-nyata banyak dan menjamurnya lembaga atau yayasan baik pendidikan, sosial, ekonomi maupun boarding school yang dibungkus dengan mengatasnamakan agama, namun ujung-ujungnya melakukan banyak tindakan abnormal, di luar norma kesusilaan, melanggar hukum dan ini kriminal.

"Apalagi yang harus ditutupi sekarang, fakta lapangan maupun melalui pemberitaan di media cetak maupun elektronik bahwasanya banyak organisasi, yayasan, lembaga yang berafiliasi kepada ideologi paham trans-nasional seperti Khilafatul Muslimin, NII, HTI, FPI, PA 212. Sudah jelas kelompok-kelompok tersebut adalah ormas berpaham radikalisme khilafah dan terorisme," tegas Gus Wal.

Semuanya terbongkar secara langsung dan kontan jika itu tak lebih hanya merupakan pembodohan masyarakat, penjajahan masyarakat dan kepalsuan semata.

“Selalu ada kepentingan terselubung dengan motif ekonomi, politik maupun kekuasaan. Acapkali mereka membuat gerakan, program, dan mendirikan yayasan, lembaga, dan jelas-jelas upaya mereka ini mengancam keselamatan bangsa dan generasi mendatang,” katanya menambahkan.

PNIB dan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke di tahun 2022 ini meminta pemerintah dan aparat penegak hukum lebih ekstra dalam menghadapi dan menanggulangi bahaya laten Khilafatul Muslimin, FPI, HTI, NII, PA 212, intoleransi radikalisme khilafah terorisme.

"Menindak tegas dengan membubarkan ormas-ormas radikalisme pengasong khilafah pendukung terorisme seperti PA 212 yang isinya orang-orang eks FPI, HTI, NII, yang sudah dinyatakan sebagai ormas haram terlarang," pinta Gus Wal.

Gus Wal berharap pemerintah atau aparat keamanan segera mengambil alih sekolah berasrama atau boarding school, yayasan ataupun lembaga yang ada benang merahnya dengan Khilafatul Muslimin juga NII, HTI, FPI, yang nyata-nyata intoleran dan berpaham radikalisme khilafah terorisme.

Kalau tak bisa diambil alih, pemerintah dan aparat penegak hukum bisa menutupnya, atau pun membekukan dengan mencabut izin.

Menurut Gus Wal, penutupan atau pencabutan izin tersebut sangat mutlak demi masa depan anak cucu kita kelak dan demi keamanan dan keselamatan bangsa dari ancaman nyata ideologi transnasional radikalisme Khilafah terorisme.

"Jika tetap dibiarkan maka bagaimana nasib anak cucu kita kelak di masa depan dan bagaimana nasib Indonesia ke depan jika semakin banyak berdiri yayasan, lembaga ataupun sekolah yang berkedok pesantren beraliran dan berideologi radikalisme Khilafah terorisme?," tanya Gus Wal kepada pemerintah.

Gus Wal menegaskan, Indonesia tidak butuh Khilafah yang sengaja diimport untuk merusak dan menghancurkan bangsa Indonesia. Khilafah langsung tertolak secara nyata di Indonesia, karena Indonesia sudah punya Khilafah asli yakni Pancasila dan UUD 1945.

"Perkuat Nasionalisme Agama Dan Budaya (NASAB) guna membentengi masyarakat dari ideologi radikalisme khilafah terorisme dan bahaya laten FPI, HTI, NII," pesannya.

"Jaga kampung desa dari bahaya laten FPI, HTI, NII, dan paham ideologi transnasional radikalisme khilafah terorisme. Jaga Bangsa, bela Negara, lestarikan Pancasila, merawat tradisi budaya Nusantara,” pungkasnya.

Editor: Konrad

COMMENTS

BEST MONTH