Mariyuana "Paradise In Thailand" Halaman ini Semua tentang Uang

This is Bangkok… di sini para pembeli antre di gerai-gerai penjualan minuman infus daun ganja, permen dan produk lainnya.

Mariyuana "Paradise In Thailand" Halaman ini Semua tentang Uang
Thailand kembali melegalkan peredaran ganja atau mariyuana akhir 2021 pascapandemi corona virus. [Kolase Foto: Suaraumat.com/Konrad] 

Penulis: Agung Puguh Ristanto

SUARAUMAT.com - Seorang Kolombia, seorang Meksiko, seorang Amerika Serikat, seorang Kanada, seorang Italia, seorang Australia, seorang Jerman, seorang Afrika Selatan, seorang Argentina, seorang Uruguay, seorang Ekuador, seorang Siprus, seorang Peru, seorang Denmark, dan seorang Spanyol; Semua pergi ke bar, penjaga pintu menghentikan mereka dan berkata “maaf, aku tidak bisa membiarkan kalian masuk tanpa orang THAILAND,”  

This is Bangkok… di sini para pembeli antre di gerai-gerai penjualan minuman infus daun ganja, permen dan produk lainnya.

Biarkan RIP, kita belajar hidup dengan virus, saya minum alkohol, anak-anak tidak dalam bahaya dan pandemi sudah berakhir penguncian pembatasan harus disalahkan, itu strowberi, tidak ini mariyuana! Apakah Anda menikmatinya?

Negeri Gajah Putih atau Thailand memiliki iklim tropis karena letaknya yang tak jauh dari khatulistiwa, tepatnya berada di semenanjung Indochina dan berbatasan dengan Myanmar, Laos, Malaysia, dan Kamboja.

Kebenaran untuk beberapa pertimbangan berapa lama elit akademik Thailand dengan tegas dan keras kepala melegalkan dari pertimbangan sejarah geografis, penelitian bahkan dengan hipotesis kerja yang jelas hanya agar tidak menyangkal apa yang tertanam (mariyuna) adalah manifesto leluhur negeri Gajah Putih.

Saya tidak bisa mengatakan ini adalah pilar kebebasan, dalam berita lain lebih-lebih, lebih banyak menegaskan bahwa melegalkan pengunaan ganja (mariyuana).

Pemerintah yang terpilih secara hukum khusus dalam hal ini Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul, memberikan langkah-langkah melegalisasi ganja dengan pertimbangan pemulihan ekonomi Negara, pascapandemi Covid-19 tahun 2022. 

Kebijakan ini diumumkan menyusul keputusan kerajaan pada Januari lalu yang mengizinkan warganya menanam tanaman ganja di rumah, dengan syarat sudah melapor ke pemerintah daerah mereka dan ganja tidak boleh didistribusikan secara komersial tanpa lisensi yang sesuai dari pemerintah.

Thailand bisa dibilang sebagai Negara puspawarna, terbuka dengan perbedaan dan kebebasaannya. 

Negara Gajah Putih ini juga mengklaim jenis kelamin di dunia ini tidak hanya dua, Thailand secara hukum mengakui adanya 'jenis kelamin ketiga', katakanlah GENDER.

Ada 18 gender yang diakui Negara Thailand Straight Male (laki-laki suka perempuan), Straight Female (perempuan suka laki-laki), Tom (perempuan yang berlagak seperti laki-laki dan menyukai sesama perempuan). 

Dee (perempuan yang suka perempuan berlagak laki-laki (Tom)), Tom Gay (perempuan yang suka perempuan, baik itu Tom atau dan Dee), Tom Gay King, (Tom yang suka sesama Tom), Bi sexual (perempuan yang suka biseksual, laki-laki, lesbian dan Tom).

Boat (laki-laki yang suka perempuan, Gay King dan Gay Queen), Gay Queen (laki-laki yang berlagak perempuan yang suka sesama laki-laki). Gay King (laki-laki yang suka sesama laki-laki), Tom Gay Two Way (seorang Tom yang bisa berperan jadi Tom Gay King atau Tom Gay Queen).

Tom Gay Queen (seorang Tom yang berlagak perempuan yang suka sesama Tom), Lesbian (seorang perempuan yang suka sesama perempuan), Ladyboy/Kathoey (laki-laki yang ingin jadi perempuan dengan operasi transgender). 

Adam (laki-laki yang suka Tom), Angee (Ladyboy/Kayhoey yang suka Tom), Cherry (perempuan yang suka Gay dan Ladyboy), Samyaan (perempuan yang suka Tom, Lesbian, atau sesama perempuan), amazing! 

Saya merasa seperti dalam budaya hippie

Budaya hippie (hippie culture), bung, halaman ini semua tentang uang. Jauh-jauh dari perang (Rusia vs Ukraina), begitulah sedikit ungkapan pecinta kedamaian. 

"Budaya hippie mulai muncul di Amerika Serikat sekitar pertengahan tahun 1960-an, awalnya hippie muncul sebagai protes atas peperangan yang sering terjadi. 

Ganja menjadi simbol budaya hippie, mereka identik dengan mengenakan pakiaan warna-warni. Selain kaos dengan motif ikat celup, hippie biasanya menggunakan rompi atau baju dengan aksen rumbai-rumbai yang semakin menambah kesan nyentrik. 

Tidak ketinggalan ikat kepala yang kaya warna dan kacamata bulat. Baik pria dan wanita hippie umumnya berambut panjang dan kadang dibiarkan kusut. 

Filosofi hidup seorang hippie adalah hidup sederhana. Sedemikian pakaian mereka yang nyentrik namun para hippie tidak mengenakan alas kaki. Sering sekali hippie berfoto dengan pose tangan peace-nya.” https://id.wikipedia.org/wiki/Hippie.

Kaum hippie biasa mendengarkan musik psychedelic rock, terkadang mereka menggunakan ganja untuk merangsang imajinasi, memberikan efek terbang (fly)

Adapun musisi terkenal dengan pembawaan hippie di era 1960, dialah Janis Joplin, Jimi Hendrix, dan band-band seperti The Doors dan Pink Floyd. 

Ganja Thailand terkenal di kalangan hippies di Amerika. Bahkan kata "bong" yang berarti pipa pengisap ganja berasal dari bahasa Thailand yaitu "baung". Saat itu, AS kebanjiran ganja dari Thailand.

Tentang ganja


Ganja atau mariyuana adalah psikotropika mengandung tetrahidrokanabinol dan kanabidiol yang membuat pemakainya mengalami euforia. 

Ganja biasanya dibuat menjadi rokok untuk diisap supaya efek dari zatnya bereaksi. Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. 

Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda. Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting.

Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Ganja menjadi simbol budaya hippie yang pernah populer di Amerika Serikat. 

Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu, ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisasi yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang.
 
Di India, sebagian Sadu yang menyembah dewa Siwa menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara mengisap hasis melalui bong dan minum bhang.”

Ganja juga banyak digunakan di Negara Asia Tengggara di antaranya Thailand, Laos, Kamboja dan Vietnam. Di Negara Thailand ganja juga digunakan sebagai warisan leluhur untuk bumbu masakan khas Thailand kuaytiaw reua. 

Pada masa lampau ganja juga digunakan leluhur sebagai bahan pembuat kain pakaian, walau tidak bisa di buktikan secara uji klinis. 

Ganja di Thailand, masyarakat Thailand meyakini ganja bisa meringankan berbagai penyakit; seperti sakit kepala, migrain, kolera, malaria, disentri, asma, pencernaan, cacingan, hingga sakit setelah melahirkan. Di sana hampir di setiap rumah masyarakat Thailand menanamnya.

Thailand menetapkan larangan pengguna ganja pada tahun 1934, sekitar tahun 1980 Thailand menjadi mitra Amerika Serikat pemberantasan narkotika dan menghentikan peredaran ganja.

Sejak itu industri ganja di Thailand mati. Asal mula istilah Tongkat Ganja/Thai Stick/Budastick. Ganja merupakan tumbuhan asli yang tumbuh di hutan-hutan Thailand. 

Memiliki kadar THC tingkat tinggi. Dulu, kuncup bunga ganja tanpa biji dan daunnya diperjualbelikan dengan cara dililit membentuk cerutu sehingga mudah dibawa dan digunakan. 

Ganja di Thailand dianggap salah satu jenis yang paling terkenal. Jenis ganja Thailand dikenal dengan rambut halus kecil seperti dandelion dan daun berwarna hijau pucat atau cokelat. 

Baunya seperti jeruk, dan wanginya khas. Dan seorang agen DEA (badan pemberantasan narkotika AS) pada 1967 menyebut Thai Stick sebagai "cerutu Kuba di dunia mariyuana".

Mariyuana "Paradise In Thailand" Halaman ini Semua tentang Uang

Undang-undang legalisasi
ganja di Thailand akhir tahun 2021 lalu, membuat Negara itu kembali menjadi produsen mariyuana kelas unggulan. 

Hal itu terbukti sudah dipersiapkannya lahan pertanian ganja oleh pemerintah dan berbagai perusahan sudah melakukan penelitian manfaat ganja untuk medis. Pemerintah Thailand bahkan mencabut paten perusahaan asing untuk mariyuana demi mencegah monopoli pasar ganja.

Menurut majalah High Times, di awal 1970-an pengedar membeli ganja hanya seharga USD 3/kg dari petani di Isan, Thailand, lalu menjualnya seharga USD 4.000/kg di AS. 

Pascapademi Covid-19 Thailand berdiri di kakinya sendiri. 

"Menurut Arcview Market Research yang dikutip Bloomberg, pasar mariyuana global diproyeksi bernilai hingga USD 23 miliar pada 2022, dengan peningkatan tahunan mencapai 22 persen selama lima tahun. 

Saat ini nilai pasar ganja mencapai USD 12,9 miliar dengan Amerika Serikat sebagai pemimpinnya.”

“Dalam empat tahun ke depan, Kanada dan negara bagian California di AS diprediksi menguasai 41 persen pasar ganja global. Para pengusaha di Thailand yakin, produk mariyuana mereka akan bisa memimpin pasar ganja dunia.”

Budaya hippie; bung, halaman ini semua tentang uang. Negara Indonesia memiliki iklim geografis yang sama dengan Negara Thailand, memiliki daerah istimewa yang juga dari rumpun melayu. 

Indonesia memiliki warisan yang sama terhadap "tanaman leluhur" ganja katakan saja Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), apakah kelak keistimewaan ini mampu mengangkat perekonomian Negara? kita lihat nanti! [@PuR].

Editor: Konrad

COMMENTS

BEST MONTH