Mengaku Miliki Kontrak Politik Dengan Kepala Daerah, Ustaz Abdul Somad Contohkan Syekh Abdurrauf As-Singkili

Ustaz kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara 45 tahun silam itu mengatakan, bedanya mereka mewarnai kekuasaan, bukan mereka diwarnai oleh..

Mengaku Miliki Kontrak Politik Dengan Kepala Daerah, Ustaz Abdul Somad Contohkan Syekh Abdurrauf As-Singkili
Ustaz Abdul Somad Batubara mengaku kepala daerah yang ia dukung punya kontrak politik. [Foto: Istimewa]

Penulis: Konrad

JAKARTA, SUARAUMAT.com - Penceramah kondang tanah air Ustaz Abdul Somad (UAS) mengaku memiliki kontrak politik dengan tokoh-tokoh yang ia bantu menjadi kepala daerah seperti gubernur atau bupati dan wali kota.

Ia mengaku tidak keberatan membantu calon kepala daerah dalam politik praktis selama ada kontrak politik yang harus dipenuhi jika terpilih.

"Yang kita dukung ini bisa duduk jadi wali kota tentunya ada kontrak politik. Nanti setelah duduk, dia akan bangun sekolah Tahfiz Alquran, Rumah Alquran, kemudian salat berjamaah wajib, Baznas dihidupkan," kata UAS dalam acara Silahturahmi Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (17/6). Dia hadir secara virtual dalam acara tersebut.

Somad tidak menyebut kepala daerah yang memiliki kontrak politik dengannya selama ini. Diakuinya, beberapa orang yang didukungnya berhasil menjadi kepala daerah.

"Pendapat-pendapat saya men-support orang-orang politik sehingga dia duduk menjadi Wali Kota, beberapa tempat saya men-support menjadi Gubernur," ucap Ustaz bernama lengkap Abdul Somad Batubara.

Menurut lulusan Kairo ini, tidak ada salahnya para ulama membantu calon kepala daerah dengan menyampaikan pendapat-pendapatnya. Dia mengatakan, sejarah Indonesia menunjukkan banyak pendakwah yang dekat dengan politik.

Ia mencontohkan Syekh Abdurrauf As-Singkili yang merupakan mufti Kerajaan Aceh dan Syekh Muhamad Arsyad yang dekat dengan politik.

Ustaz kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara 45 tahun silam itu mengatakan, bedanya mereka mewarnai kekuasaan, bukan mereka diwarnai oleh kekuasaan. Yang dikhawatirkan adalah kita diwarnai oleh kekuasaan".

Editor: Konrad

COMMENTS

BEST MONTH